Advertisement

Kenali Penyebab hingga Gejala Ambeien dan Alternatif Pengobatannya

ARM | Insertlive
Ilustrasi bokong
Kenali Penyebab hingga Gejala Ambeien dan Alternatif Pengobatannya (Foto: dok. Freepik)
Jakarta -

Hemoroid atau yang dikenal juga sebagai wasir atau ambeien adalah pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena (varises) di sekitar anus atau rektum bagian bawah.

Pada kondisi normal, pembuluh darah vena di anus atau rektum akan menyalurkan darah kembali ke jantung.

Namun, ketika pembuluh darah melebar, darah dapat menumpuk dan membentuk benjolan lunak yang tidak normal di area anus.

Benjolan tersebut terjadi karena pembesaran pembuluh darah vena yang berisi darah.

Advertisement

Ada dua jenis hemoroid, yaitu:

Hemoroid internal

Pembengkakan di dalam rektum, yang terkadang keluar saat buang air besar (BAB). Jenis ini terbagi kembali menjadi empat tingkatan, antara lain:

Stadium 1: Terjadi pendarahan tetapi tidak ada tonjolan, tanpa disertai rasa nyeri
Stadium 2: Terjadi tonjolan rektum tetapi dapat masuk kembali dengan sendirinya
Stadium 3: Terjadi tonjolan rektum, dapat masuk kembali dengan bantuan tangan
Stadium 4: Terjadi tonjolan rektum dan pembekuan darah yang menutupi muara anus dan tidak dapat dimasukkan kembali dengan bantuan tangan

Hemoroid eksternal

Pembengkakan di bawah kulit sekitar anus dengan gejala yang tidak separah hemoroid internal. Hemoroid ini mudah dideteksi karena cenderung menonjol keluar.

Faktor Penyebab Hemoroid

Selain karena faktor genetik dan usia, hemoroid sering kali dipicu oleh pola dan gaya hidup sehari-hari.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko hemoroid, antara lain:
• Mengejan saat BAB akibat sembelit atau saat mengangkat beban berat
• Kebiasaan duduk lama yang membuat rektum tertekan
• Kehamilan, di mana tekanan dari rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah di area panggul sehingga menghambat aliran darah
• Obesitas atau berat badan berlebih yang menambah tekanan pada pembuluh darah
• Konsumsi makanan pedas berlebihan merangsang gerakan usus menjadi semakin cepat sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah yang memicu pelebaran

Gejala Hemoroid yang Perlu Diwaspadai

Hemoroid kerap diabaikan jika benjolan hanya muncul pada saat BAB dan dapat masuk kembali dengan sendirinya. Selain itu, masih ada stigma di kalangan masyarakat yang menganggap hemoroid sebagai hal yang memalukan, sehingga penderita cenderung menutupi kondisinya.

Padahal, hemoroid yang tidak segera ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut gejala hemoroid yang perlu diwaspadai:

• Rasa gatal, nyeri, atau perih di area anus
• Darah merah segar pada tisu, kloset, atau feses
• Muncul benjolan atau tonjolan di sekitar anus
• Lendir atau feses yang keluar setelah BAB
• Rasa nyeri saat BAB
• Pembengkakan di sekitar anus yang sensitif, yang membesar saat mengejan

Penanganan Hemoroid

Penanganan hemoroid disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Gejala ringan dapat sembuh sendiri dengan melakukan perawatan sederhana atau mengubah gaya hidup, seperti mengonsumsi makanan berserat, memperbanyak asupan cairan, tidak mengejan keras, dan tidak duduk terlalu lama. Sitz bath (terapi berendam air hangat) dapat dilakukan pada stadium awal untuk melenturkan pembuluh darah dan memperbaiki katup vena.

Penanganan dengan obat atau tindakan medis dari dokter harus segera dilakukan jika adanya keluhan berat seperti terjadi pendarahan yang disertai nyeri hebat.

Terapi operatif dapat dilakukan pada hemoroid stadium 3 dan 4, antara lain:
• Hemorrhoidectomy konvensional
• Rubber band ligation
• Skleroterapi
• Doppler-guided Hemorrhoidal Artery Ligation - Recto Anal Repair (Dg-HAL RAR),
• Radiofrekuensi
• Bipolar electrocoagulation
• Spaler
• Biological Electrical Impendance Auto-Measurement (BEIM)
• Laser Hemorrhoidoplasty (LHP)

(arm/fik)

Komentar

!nsertlive

Advertisement