Advertisement

Besar di Keluarga Broken Home, Frans Nickolas Tak Mau Anak Rasakan Hal Serupa

Insertlive | Insertlive
Frans Nickolas
Besar di Keluarga Broken Home, Frans Nickolas Tak Mau Anak Rasakan Hal Serupa / Foto: Marianus Harmita
Jakarta -

Frans Nickolas berbagi cerita soal kehidupan rumah tangganya bersama sang istri Liana Effendi.

Salah satu topik utama yang menjadi pembahasan Frans adalah soal anaknya.

Frans lantas merasa bukan perkara mudah bagi orang tua untuk membesarkan anak.

Namun, Frans tak mau menyerah untuk terus belajar menjadi orang tua yang terbaik.

Advertisement

"Memang ini cukup sulit ya, kalau misalnya kita nggak mau belajar sebagai orang tua, nggak ada keluarga yang sempurna, sebagai orang tua juga nggak mungkin kita bisa terus sempurna, di saat kita mengakui itu, jadi apa adanya, tapi nggak terus stay apa adanya ya, terus belajar untuk menjadi orang tua yang lebih baik," ungkap Frans Nickolas di studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (19/6).

Selain itu, Frans juga menilai bahwa komunikasi menjadi salah satu kunci dalam membina hubungan yang baik dengan anak.

Frans pun merasa membina kedekatan hubungan dengan anak adalah landasan utama untuk menjadi orang tua yang baik.

"Komunikasi juga sih, kadang-kadang juga di saat kita melihat ada sesuatu yang harus diperbaiki di anak kita, ya kita juga harus mempertimbangkan masalah kedekatan, karena mereka nggak akan peduli dengan apa yang kita tahu, kalau mereka tidak tahu bahwa kita benar-benar peduli sama mereka, ya paling itu yang menjadi fokus buat aku," kata Frans.

Aktor FTV ini juga mengungkapkan konsep dasar dalam menjalin hubungan yang baik dengan anak.

Frans merasa bahwa anak akan lebih mudah menerima nasehat bila memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan orang tua.

"Terus juga konsep dasarnya itu selalu penerimaan dulu, kasih sayang, baru setelah mereka tahu mereka diterima, disayangi, dikasihi, baru kita bisa berbicara mengenai apa saja yang bisa ditingkatkan," ujar Frans.

Frans kemudian cerita soal dirinya yang besar dari keluarga dengan latar belakang broken home.

Ternyata, latar belakang tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan Frans terutama dalam mengambil keputusan-keputusan penting.

"Keluarga itu memang penting banget ya, latar belakang dari keluarga broken home itu sangat mempengaruhi hidup saya juga, jadi lebih sulit terutama dalam pengambilan keputusan untuk melakukan hal-hal yang baik," kata Frans.

Hal tersebut yang menjadi fondasi utama Frans untuk membina rumah tangga dan menjadi sosok suami sekaligus ayah yang lebih baik.

Frans tak mau siklus broken home tersebut sampai dirasakan oleh istri dan anaknya tercinta.

"Makanya yang sedang saya usahakan sekarang adalah supaya siklus broken home itu berhenti di saya, nggak mudah memang, apalagi di zaman sekarang, dengan adanya media sosial yang jadi alat perbandingan, padahal itu semua hanya ilusi ya, nggak ada yang sempurna, kita posting sesuatu aja itu dipilih yang terbaik," ujar Frans.

"Hal yang menjadi prioritas saya adalah saya boleh gagal jadi apa saja, tapi sebisa mungkin tidak boleh gagal sebagai suami dan ayah," tutupnya.

(ikh/ikh)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement