Viral

Niat Bantu Suami Kerja, Wanita Ini Malah Dilecehkan Rekan di Grup WA Kantor

ikh | Insertlive
Minggu, 14 Aug 2022 21:30 WIB
Stiker nomor darurat pelecehan seksual Jakarta Siaga 112 dan P2TP2A. (Dok Dishub DKI)
Jakarta, Insertlive -

Seorang pemilik akun Twitter berinisial @jerangkah membagikan cerita soal kasus pelecehan yang dialami sang istri.

Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh sang istri itu berupa perkataan merendahkan dan tak pantas.

Parahnya, perkataan tak pantas yang sebagai salah satu bentuk pelecehan terhadap perempuan itu justru muncul di grup WhatsApp kantor.


Pemilik akun tersebut berujar bahwa aksi pelecehan ini bermula ketika sang istri diminta untuk menjadi model foto produk kantor.

"Istri saya mendapat pelecehan berupa chat di grup pertemanan kantornya. Cerita berawal saat istri diminta menjadi model foto produk kantornya," tulis akun Twitter @jerangkah yang dikutip pada Minggu (14/8).

Cerita berawal ketika istri pemilik akun @jerangkah tengah bersiap-siap untuk melakukan sesi foto.

Namun, seorang fotografer malah mengambil salah satu foto yang memperlihatkan bagian punggung istri pemilik akun tersebut.

"Bermula saat fotografer bernama Dedy Christianto mengambil salah satu frame foto tanpa seijin istri saya di bagian punggung. Foto tersebut tidak digunakannya untuk kebutuhan kantor, namun untuk bahan melecehkan istri saya di grup whatsapp," ujar sang pemilik akun.

"Bukan hanya tidak ijin, foto tersebut diambil saat istri belum siap untuk memulai proses pemotretan. Masih fitting. Itu kenapa masih ada bra yg melekat di punggung. Beda dengan foto hasil yg digunakan unit bisnisnya," lanjutnya.

Foto yang kemudian disebarkan itu langsung mendapat reaksi dari sejumlah orang di grup WA kantor tersebut.

Foto itu lantas dijadikan bahan lelucon yang mengarah ke bentuk pelecehan non-verbal.

Pemilik akun @jerangkah langsung merasa sakit hati karena tahu sang istri mendapatkan perlakuan yang tidak pantas.

"Lelaki cabul bernama Steve Bramantha dengan 'jokes lucunya' mengomentari foto tersebut dengan mengatakan: 'geser kiri Det.. trus lepasin..'," tulis akun tersebut.

"Sontak sekujur tubuh saya merasa dingin dan gemetar hebat menahan rasa sakit hati dan emosi yang sangat mendalam. Tidak habis pikir dengan ringan jempolnya ada pria menjadikan kata kata melepas bra istri orang sebagai bercandaan," sambungnya.



Ternyata ada juga foto lain yang dijadikan bahan lelucon pelecehan dan seolah menganggap istri pemilik akun @jerangkah sebagai wanita malam.

Mirisnya, salah satu yang ikuti aksi pelecehan tersebut justru perempuan. Pemilik akun @jeangkah merasa tak habis pikir karena ada perempuan yang justru ikut melegalkan aksi pelecehan terhadap perempuan lainnya.

"Lucunya ada 2 orang lain yang menggunakan foto lainnya sebagai bahan becandaan seronok. Seolah ngeframing istri saya dan temannya di foto tersebut seperti pelacur yang tengah 'menjajakan jasa'. Kenapa lucu? Salah satu pelakunya perempuan!," ujar akun tersebut.

"Bisa bisanya hanya karena istri saya duduk berdua dengan temannya, setelah mengenakan baju produk kantornya, lalu diframing dengan kata kata 'Lagi nunggu dipilih'," lanjutnya.

Emosi pemilik akun @jerangkah semakin memanas saat nama sang anak juga ikut disebut dalam percakapan yang melecehkan sang istri.

Pemilik akun tersebut juga ikut kesal karena aksi pelecehan tersebut justru terjadi di lingkungan kerja yang merekrut orang-orang berpendidikan.

Istri pemilik akun tersebut langsung memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut karena trauma.

"Yang saya sensor di belakang kalimat 'lihat mama mu' adalah nama anak saya. Entah di mana nurani mereka menyematkan nama anak saya di tengah percakapan bodoh macam ini," ujar akun itu.

"Istri saya hanya ingin bekerja dengan niat memberikan kontribusi terhadap rumah tangga. Namun ternyata meski bekerja di industri yg established, tidak kemudian membuat ia terlepas dari risiko pelecehan. Lalu ia mengundurkan diri," sambungnya.

Pemilik akun @jerangkah yang merasa tak terima memutuskan akan melayangkan gugatan terhadap pelaku pelecehan sang istri.

Salah satu hal ditekankan dalam gugatan pemilik akun @jerangkah tersebut adalah pelaku pelecehan sang istri harus mendapatkan tindakan yang tegas termasuk pemecetan.

"Senin saya akan mendampingi istri saya menghadap tim HR nya untuk membuat gugatan: 1. Hapuskan kebijakan one month notice untuk istri saya, 2. Pecat dengan tidak hormat semua orang yang terlibat, bukan TEGURANNN," ungkap akun tersebut.

Pemilik akun tersebut merasa bahwa hal seperti ini tidak boleh dibiarkan karena tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kembali dan menimpa pekerja lain.

"Kenapa harus dipecat? Karena banyak karyawan lain berhak mendapatkan lingkungan kerja yang sehat. Bukan diganggu oleh ekosistem toxic macam ini. Bibit predator seks berawal dari sini, dari pembiaran pembiaran lingkungan sekitar," lanjutnya.

"Banyak yg menggantungkan hidup dan mati keluarganya dari kantor ini. Sepatutnya mereka mendapat perlindungan dari perusahaannya. Tempat kerja yang sehat dan nyaman," tutupnya.

(naa/naa)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER