Eks Kepala BAIS soal Kasus Brigadir J: Polisi Tembak Polisi, yang Mati CCTV

YOA | Insertlive
Rabu, 20 Jul 2022 18:35 WIB
Penembakan di rumah Kadiv Propam menewaskan seorang anggota polisi, Brigadir J. Korban tewas akibat baku tembak dengan polisi lainnya, Bharada E.
Jakarta, Insertlive -

Insiden meninggalnya Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat menarik perhatian mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda (Purn.) Soleman B Ponto.

Dalam wawancara virtual, Soleman mengklaim bahwa kasus penembakan yang dikabarkan terjadi di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo tersebut kemungkinan adalah satu-satunya di dunia.

"Kasus ini menarik perhatian karena mungkin satu-satunya di dunia untuk saat ini ya, di mana polisi menembak polisi di rumah polisi, ditangkap oleh polisi, ditahan oleh polisi, yang mati CCTV," ungkap Soleman dikutip dari kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data.


Soleman merasa ada kejanggalan yang terjadi dalam kasus Brigadir J yang dikabarkan adu tembak dengan Bharada E hingga meninggal dunia.

"Awalnya bagi saya ini tidak menarik perhatian, biasa-biasa saja. Ini hanya pembunuhan saja kok, seorang saudara E membunuh saudara J. Saya mencoba tidak menggunakan pangkat jadi biarkan di muka hukum sama orang-orang itu ya," katanya lagi.

mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda (Purn.) Soleman B PontoMantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda (Purn.) Soleman B Ponto/ Foto: YouTube/Pusat Kajian dan Analisis Data

Soleman kemudian mempertanyakan mengapa petinggi kepolisian langsung turun tangan membantu kasus kematian Brigadir J, apalagi menurutnya sempat ada peristiwa hampir serupa terjadi di Makassar.

Peristiwa di Makassar bahkan melibatkan dua institusi, tetapi kasus tersebut dapat diselesaikan secara baik melalui tingkat bawah.

"Tapi yang menarik perhatian ini saudara E membunuh saudara J, kok Kapolri langsung masuk? Padahal ada kasus sebelumnya di Makassar itu seorang Bintara, Sersan, ya, menembak juga Sersan Angkatan Darat, ini antar-Angkatan, itu tidak sampai ke atas, itu diselesaikan di bawah dengan baik. Tapi ini kenapa kok ini menjadi naik ke atas?" tanya Soleman heran.

Brigadir J alias Brigadir Yoshua dikabarkan tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo, yang kini jabatannya sebagai Kadiv Propam dicabut sementara oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dipercayakan kepada Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Insiden polisi tembak polisi yang dirumorkan Bharada E adalah kambing hitam dalam kasus kematian Brigadir J tersebut terjadi pada Jumat (8/7). Kasusnya mulai mencuat di media pada Senin (11/7).

Polisi mengklaim peristiwa saling tembak berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo. Brigadir J dituding melecehkan istri Ferdy Sambo di dalam kamar.

Sementara itu, keluarga Brigadir Yoshua tidak percaya dengan penjelasan dari Mabes Polri. Mereka menyebut Brigadir J diduga disiksa dan dibunuh secara berencana.

(yoa/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER