Fakta Kematian Tragis Model Cantik yang Tewas Dicekik Sang Kekasih
Fakta Kematian Tragis Model Cantik yang Tewas Dicekik Sang Kekasih
Model asal Rusia Gretta Vedler akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas setelah satu tahun menghilang.
Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan pihak kepolisian. Gretta tewas usai dibunuh oleh kekasihnya sendiri Dmitry Korovin.
Lalu seperti apa fakta di balik kisah tragis sang model yang tewas dibunuh pacarnya sendiri itu? Simak beritanya.
1. Mayat Membusuk di Dalam Koper
Mayat Gretta Vedler ditemukan satu tahun kemudian usai dinyatakan menghilang pada 24 Februari 2021.
Saat ditemukan tubuh Gretta sudah membusuk di dalam koper yang ada di dalam bagasi mobil.
Ia disebut telah dihabisi oleh Dmitry selama tiga hari tiga malam saat keduanya menginap bersama.
Pertengkaran Gretta dan Dmitry terjadi usai keduanya berselisih paham soal uang di Moskow.
Kepada polisi, Dmitry mengakui kesalahannya. Ia mencekik Gretta hingga nyawanya melayang.
Dmitry langsung memasukkan tubuh model 22 tahun itu ke dalam koper yang baru dibeli.
Ia langsung membawa jasad Gretta dengan mobilnya sejauh 300 mil ke wilayah Lipetsk, Rusia dan meninggalkan koper itu di dalam bagasi mobil.
Baca halaman selanjutnya.
2. Sebut Putin Psikopat
Setelah Gretta Vedler dinyatakan hilang, polisi langsung melacak jejaknya di media sosial.
Dari hasil investigasinya, polisi menemukan unggahan sang model yang sempat menghina Presiden Rusia Vladimir Putin.
Unggahan itu dibagikan Gretta satu bulan sebelum dirinya dinyatakan hilang. Sempat beredar kabar, hilangnya Gretta karena dirinya menghina Putin.
Namun polisi menyatakan hilangnya sang model tidak ada hubungannya dengan penghinaan terhadap Putin.
Pada unggahan yang dibagikan Januari 2021 itu, Gretta mengatakan Presiden Putin adalah seorang psikopat.
Gretta seperti ikut prihatin dengan warga atas kerasnya sistem kerja Presiden Putin.
"Aku hanya berasumsi, menurut pendapatku, psikopat atau sosiopat terlihat jelas pada dirinya (Putin). Bagi pesikopat penting untuk terus-menerus merasakan kepuasan dan ketajaman hidup, sehingga mereka menyukai risiko, pengalaman yang intens, komunikasi yang intens, kehidupan yang intens dan dinamis," tulis Gretta Vedler, seperti dikutip The Mirror.
(agn/fik)