Mendadak Tajir Melintir, Puluhan Warga Klaten Kembalikan Bansos Pemerintah

nap - INSERTLIVE
Jumat, 09 Apr 2021 11:52 WIB
Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo terus berlanjut meski di tengah pandemi COVID-19. Proyek itu saat ini memasuki tahap pematokan lahan.
Jakarta, Insertlive -

Puluhan keluarga yang tinggal di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi miliarder dadakan setelah mendapatkan uang ganti rugi dari proyek tol Yogya-Solo yang bernilai sampai miliaran rupiah.

Namun uang yang didapat warga Klaten yang terkena dampak proyek tol Yogya-Solo ini tak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan ke sanak saudara mereka yang lainnya.

"Dari keterangan para pendampingnya, warga yang mundur itu menerima ganti ruginya bervariasi. Ada yang menerima Rp 1,2 miliar lalu dibagi-bagi dengan saudara, yang jelas paling kecil ada yang menerima Rp 80 juta dan sampai Rp 400 juta," tutur Koordinator Kabupaten (Korkab) Pendamping PKH Kabupaten Klaten, Theo Markis, kepada detikcom, Kamis (8/4).


Oleh karenanya, banyak kepala keluarga yang awalnya masuk kategori keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Klaten, Jateng, mundur untuk menerima bantuan pemerintah.

"Mereka jadi merasa cukup (sehingga mundur dari KPM PKH)," tutur Theo.

Lebih lanjut, Theo menjelaskan bahwa sampai saat ini sudah ada 15 KPM yang bersedia mengundurkan diri sebagai penerima bantuan pemerintah.

"Sudah ada 15 KPM penerima PKH yang mundur. Semuanya dari Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo," kata Theo.

Kemudian diketahui bahwa penerima PKH yang terdampak proyek Tol Yogya-Solo. Jumlahnya sementara ada 27 keluarga.

"Kita sedang inventarisasi sementara ada 27 KPM penerima yang menerima ganti rugi proyek jalan tol. Jumlah itu semua baru di Kecamatan Polanharjo tetapi ada beberapa desa, meliputi Desa Kapungan, Kranggan, Glagahwangi, Keprabon dan Kauman," imbuh Theo.

(nap/syf)
Tonton juga video berikut:
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER