Survei Ungkap Banyak Orang Tak Sadar Bahaya OTG COVID-19

Yudistira Perdana Imandiar - INSERTLIVE
Rabu, 11 Nov 2020 11:08 WIB
Poster
Jakarta, Insertlive -

Masih ada segelintir orang yang menganggap orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 tidak menularkan penyakit. Selain itu, sejumlah orang juga berpikir penularan virus COVID-19 hanya terjadi saat seseorang batuk atau bersih.

Hal itu terungkap dalam survei yang digarap AC Nielsen bekerja sama dengan UNICEF terkait kedisiplinan masyarakat terhadap protokol pencegahan COVID-19. Survei tersebut mengungkap adanya kesalahan persepsi pada sebagian orang yang menganggap orang tanpa gejala (OTG) tidak bisa menularkan penyakit. Hal itu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya penerapan perilaku menjaga jarak di kalangan masyarakat.

"Yang tidak kalah menonjol adalah salah persepsi, saya sehat atau orang lain sehat kenapa harus jaga jarak. Kelihatannya konsep orang tanpa gejala (OTG) masih belum betul-betul berada di benak masyarakat," ungkap Konsultan UNICEF Risang Rimbatmaja dikutip dari situs covid19.go.id, Rabu (11/11/2020).


Selain itu, kebanyakan responden berpikir penularan COVID-19 hanya melalui orang yang batuk dan bersin (71%). Hanya 23-25% responden yang menyadari penularan COVID-19 dapat melalui berbicara dan bernafas. Temuan ini mengungkap alasan mengapa jaga jarak dianggap tidak terlalu perlu saat berbicara dengan orang lain selama lawan bicara tidak batuk atau bersin.

Dari survei itu juga diketahui masih ada sebagian masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) secara utuh untuk mencegah penyebaran COVID-19. Ada beberapa alasan yang membuat orang sulit atau enggan menerapkan keseluruhan perilaku tersebut.  

Mengenai kedisiplinan menerapkan prinsip 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, 31,5 persen responden menyatakan telah menjalankan tiga hal tersebut secara disiplin. Sementara itu, 36 persen responden  menjawab hanya menerapkan dua item 3M, dan 23,2 persen mengaku menerapkan satu item 3M saja. Adapun 9,3 persen sisanya menyatakan tidak mengindahkan prinsip 3M sama sekali.

Mayoritas responden survey yang tidak menjalankan keseluruhan prinsip 3M mengaku mengabaikan imbauan jaga jarak.

"Apabila kita analisa secara individual, menjaga perilaku jaga jarak (47%) lebih rendah daripada memakai masker (71%) dan mencuci tangan (72%). Khusus untuk jaga jarak, didapatkan ternyata ada aspek norma sosial yang berperan di sini misalnya, merasa tidak enak menjauh dari orang lain, orang lain yang mendekat ke saya, atau berpikir bahwa semua orang juga tidak menjaga jarak," papar Risang.

Di samping itu, survei yang melibatkan 2000 responden di enam kota besar di Indonesia itu mengungkap mayoritas responden (69,6 persen) menyadari bahaya dan risiko fatal dari COVID-19. Kesadaran tersebut mendorong mereka untuk menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus Corona.

"Ketakutan apabila dimanfaatkan dengan benar, kemudian bisa mengarahkan ke arah perilaku yang lebih baik. Karena kalau tidak diolah dengan baik ketakutan ini hanya akan jadi ketakutan saja, tidak menjadi aset untuk mengolah perubahan perilaku," ungkap UNICEF Communications Development Specialist Rizky Ika Syafitri.

Berkaca dari hasil survei tersebut, Insertizen hendaknya lebih peka pada informasi terkait penyebaran COVID-19. Selalu terapkan prinsip 3M secara lengkap, yaitu #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitanganpakaisabun, sesuai imbauan Satgas COVID-19.

[Gambas:Video Insertlive]



(dis/dis)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER