Advertisement

Donald Trump Marah Besar, Tuding Ditipu Fans K-Pop dan TikTokers

SYAFRINA SYAAF | Insertlive
(FILES) In this file photo taken on November 20, 2019 US President Donald Trump speaks about the impeachment inquiry during a tour of the Flextronics computer manufacturing facility where Apple's Mac Pros are assembled in Austin, Texas. - US President Donald Trump said on November 22, 2019 he had saved Hong Kong from being destroyed by persuading Chinese President Xi Jinping to hold off on sending in troops to crush its pro-democracy movement. (Photo by MANDEL NGAN / POOL / AFP)
Foto: Donald Trump (AFP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja menggelar kampanye di Tulsa, Oklahoma, tetapi dia harus kecewa karena pendukung yang datang tidak sampai 50 persen.

Kabarnya pihak perwakilan Donald Trump menyalahkan media yang menyiarkan pada masyarakat untuk menghindari rapat umum dan pertemuan akbar untuk terhindar dari infeksi virus corona Covid-19.

Selain itu, mereka juga menuding TikTokers dan fans K-Pop telah mengecoh tim kampanye Donald Trump.

Kabarnya, TikTokers dan fans K-Pop membeli tiket kampanye Donald Trump di Tulsa dalam jumlah besar untuk mengecoh Trump agar berpikir acara tersebut bakal dipenuhi oleh pendukung.

Advertisement

Anggota kongres Alexandria Ocasio-Cortez perwakilan dari New York percaya bahwa kaum remaja benar telah menyabotase kampanye Trump.

Alexandria bahkan mendukung para remaja apabila tuduhan tersebut benar.

"Sebenarnya Anda (Donald Trump) baru saja dikecoh oleh remaja TikTok yang 'membanjiri' kampanye Trump dengan pemesanan tiket palsu dan menipumu agar percaya sejuta orang menginginkan supremasi kulit putih terbuka. Mereka membuatku bangga," ungkap Alexandria berdasarkan laporan Time.

Namun, pihak Donald Trump menyangkal bahwa kampanye mereka telah mendapatkan tipu daya TikTokers dan penggemar K-Pop.

Brad Prascale salah satu perwakilan tim kampanye Donald Trump menuturkan opininya mengenai hal tersebut.

"Wartawan yang dengan gembira menulis tentang penggemar TikTok dan K-Pop, tanpa menghubungi tim kampanye untuk memberikan penjelasan telah berperilaku tidak profesioanal dan menipu (pembaca) dengan sandiwara itu," pungkas Brad.

[Gambas:Video Insertlive]



(syf/syf)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement