Makin Panas, Donald Trump Kerahkan Militer Bubarkan Demo di AS

YOA - INSERTLIVE
Selasa, 02 Jun 2020 23:30 WIB
WASHINGTON, DC JANUARY 9: U.S. President Donald Trump speaks during an event to unveil significant changes to the National Environmental Policy Act, in the Roosevelt Room of the White House on January 9, 2020 in Washington, DC. The changes to the nations landmark environmental law would make it easier for federal agencies to approve infrastructure projects without considering climate change. President Trump also took several questions from reporters, including questions of Iran and impeachment.   Drew Angerer/Getty Images/AFP
Jakarta, Insertlive -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah memerintahkan ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer dan petugas penegak hukum untuk mengamankan demo anti-rasisme di sejumlah kota besar AS.

"Saya memobilisasi semua sumber daya federal dan lokal, sipil dan militer, untuk melindungi hak-hak hukum orang Amerika yang taat," ujar Trump dalam pidato di Gedung Putih, Senin (1/6).


Demo Kematian George Floyd di WashingtonDemo Kematian George Floyd di Washington/ Foto: AP/Alex Brandon

"Hari ini saya sangat merekomendasikan kepada setiap gubernur untuk mengerahkan Pengawal Nasional (Garda Nasional) dalam jumlah yang cukup sehingga kita mendominasi jalanan. Wali Kota dan Gubernur harus membangun kehadiran yang luar biasa sampai kekerasan diatasi," tambah Trump, sebagaimana dilaporkan CNBC International.

Penyataan Trump terbilang cukup serius, ia ingin demo kematian George Floyd yang dilakukan warga AS segera berakhir.

"Jika sebuah kota atau negara menolak untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dan properti penduduk mereka, maka saya akan mengerahkan militer Amerika Serikat dan dengan cepat menyelesaikan masalah bagi mereka," tegas Trump.

Trump menganggap kejadian di Washington DC baru-baru ini sangat memalukan. Ia lantas mengambil tindakan cepat dan tegas untuk melindungi ibukota.

Pidato Trump tersebut disampaikan kala polisi militer dan pengunjuk rasa saling bentrok di depan Gedung Putih. Tampak gas air mata digunakan para pihak berwenang untuk membubarkan massa.

"Ketika kita berbicara, saya mengirim ribuan dan ribuan tentara yang bersenjata lengkap, personel militer dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak disengaja," ujar Trump.

Trump dikabarkan meninggalkan halaman Gedung Putih dan berjalan melewati Lafayette Park (tempat para demonstran berkumpul) usai selesai berpidato. Trump dengan tegas akan memberi peringatan kepada para pendemo yang dianggapnya sulit diatur.

[Gambas:Video Insertlive]



(yoa/yoa)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER