Sedih Umat Muslim Puasa Saat Pandemi Corona, Raja Salman Tulis Surat
SYAFRINA SYAAF |
Insertlive
Jakarta
-
Bulan Ramadhan kali ini berbeda dan terasa asing dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pandemi virus corona Covid-19 yang telah melumpuhkan dunia membuat ritual ibadah saat Ramadhan nyaris ditiadakan.
Rasa sedih mendalam juga dirasakan oleh Raja Salman dari Arab Saudi.
Dalam pernyataannya, Raja Salman menuliskan surat yang memilukan karena terpaksa harus menutup Masjid Nabawi dan Masjid Haram di Tanah Suci untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Rasanya sangat menyakitkan menyambut bulan Ramadhan yang mulia dalam keadaan kita tidak bisa salat di masjid dan melakukan salat Tarawih dan Qiyam di Rumah Allah SWT," tulis Raja Salman dalam surat pernyataan resmi seperti dikutip Al Jazeera.
Tindakan pencegahan, kata Raja Salman, harus dilakukan karena kesehatan manusia lebih penting.
"Semua ini adalah langkah-langkah perlindungan yang diambil untuk menyelamatkan hidup dan kesejahteraan manusia, mengingat ancaman global Covid-19 ini serius," imbuhnya.
Semenjak 27 Februari 2020 lalu, pemerintah Arab Saudi telah menghentikan kedatangan jamaah umrah.
Selain itu, pemerintah setempat juga meminta seluruh umat Muslim di seluruh dunia mengambil langkah bijak dalam merencanakan ibadah haji tahun ini.
(syf/syf)
Loading ...
Pandemi virus corona Covid-19 yang telah melumpuhkan dunia membuat ritual ibadah saat Ramadhan nyaris ditiadakan.
Advertisement
Rasa sedih mendalam juga dirasakan oleh Raja Salman dari Arab Saudi.
Dalam pernyataannya, Raja Salman menuliskan surat yang memilukan karena terpaksa harus menutup Masjid Nabawi dan Masjid Haram di Tanah Suci untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Rasanya sangat menyakitkan menyambut bulan Ramadhan yang mulia dalam keadaan kita tidak bisa salat di masjid dan melakukan salat Tarawih dan Qiyam di Rumah Allah SWT," tulis Raja Salman dalam surat pernyataan resmi seperti dikutip Al Jazeera.
Tindakan pencegahan, kata Raja Salman, harus dilakukan karena kesehatan manusia lebih penting.
Foto: istimewa |
"Semua ini adalah langkah-langkah perlindungan yang diambil untuk menyelamatkan hidup dan kesejahteraan manusia, mengingat ancaman global Covid-19 ini serius," imbuhnya.
Semenjak 27 Februari 2020 lalu, pemerintah Arab Saudi telah menghentikan kedatangan jamaah umrah.
Selain itu, pemerintah setempat juga meminta seluruh umat Muslim di seluruh dunia mengambil langkah bijak dalam merencanakan ibadah haji tahun ini.
(syf/syf)
Foto: istimewa