Andi Taufan Umumkan Resmi Mundur dari Stafsus Presiden
DIS |
Insertlive
Jakarta
-
Andi Taufan Garuda Putra resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat (24/4). Hal itu ia sampaikan melalui surat terbuka yang diterima oleh awak media.
Andi mengatakan pengunduran diri ini dilandasi dengan keinginan tulusnya untuk dapat mengabdi secara penuh pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.
"Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil," sambungnya.
Nama Andi Taufan sebelumnya menjadi sorotan karena menyurati camat se-Indonesia yang berisikan kerjasama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) pada 1 April 2020 lalu. Dalam surat itu PT Amartha, yang ia miliki akan berpartisipasi menjalankan program relawan desa lawan Covid-19 di Sulawesi dan Sumatera.
Ia juga menjelaskan soal cakupan komitmen bantuan yang akan diberikan terkait penanganan Covid-19 dan pendataan kebutuhan APD di puskesmas. Setelah menjadi kontroversi, Andi menarik seluruh surat tersebut dan meminta maaf pada khalayak umum.
Sebelumnya, CEO Ruangguru, Belva Devara juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo pada 21 April 2020 silam, melalui surat terbuka yang ia unggah di laman Instagram.
(dis/syf)
Loading ...
Advertisement
Andi mengatakan pengunduran diri ini dilandasi dengan keinginan tulusnya untuk dapat mengabdi secara penuh pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil.
"Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil," sambungnya.
Nama Andi Taufan sebelumnya menjadi sorotan karena menyurati camat se-Indonesia yang berisikan kerjasama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) pada 1 April 2020 lalu. Dalam surat itu PT Amartha, yang ia miliki akan berpartisipasi menjalankan program relawan desa lawan Covid-19 di Sulawesi dan Sumatera.
Ia juga menjelaskan soal cakupan komitmen bantuan yang akan diberikan terkait penanganan Covid-19 dan pendataan kebutuhan APD di puskesmas. Setelah menjadi kontroversi, Andi menarik seluruh surat tersebut dan meminta maaf pada khalayak umum.
Sebelumnya, CEO Ruangguru, Belva Devara juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Staf Khusus Presiden Joko Widodo pada 21 April 2020 silam, melalui surat terbuka yang ia unggah di laman Instagram.
(dis/syf)