Positif Corona, Pangeran Charles Dikecam karena Karantina di Skotlandia
nap |
Insertlive
Jakarta
-
Pangeran Charles dinyatakan terjangkit virus Corona. Saat ini, diketahui, Pangeran Charles melakukan isolasi diri di Skotlandia. Sang istri, Camilla juga berada di tempat yang sama dengan Pangeran Charles.
Namun, keberadaan Charles dan Camilla yang diisolasi di Skotlandia langsung menarik perhatian warga Inggris. Mereka mengecam hal tersebut. Mereka mengaku heran karena Kerajaan Inggris memberikan izin kepada Pangeran Charles melakukan perjalanan ke Skotlandia di saat ayah Pangeran William dan Pangeran Harry itu sudah mengalami gejala ringan.
Pelarangan ini dilakukan karena dikhawatirkan akan menambah pekerjaan ekstra untuk tenaga medis di Skotlandia dan mengurangi pelayanan kesehatan terhadap warga di negara tersebut.
Namun, saat disinggung soal kecaman dan kritikan publik terhadap Pangeran Charles, Perdana Menteri Skotlandia, Nicola Sturggeon menolak berkomentar. Ia justru menjelaskan bahwa tidak ingin orang-orang melihat negaranya sebagai tempat bersembunyi dari virus.
"Kami ingin setiap orang dapat bertanggung jawab, kami tidak ingin orang melihat Skotlandia dan pulau-pulaunya sebagai tempat mereka bisa sembunyi dari virus," ungkapnya dilansir dari BBC.
(nap/fik)
Loading ...
Namun, keberadaan Charles dan Camilla yang diisolasi di Skotlandia langsung menarik perhatian warga Inggris. Mereka mengecam hal tersebut. Mereka mengaku heran karena Kerajaan Inggris memberikan izin kepada Pangeran Charles melakukan perjalanan ke Skotlandia di saat ayah Pangeran William dan Pangeran Harry itu sudah mengalami gejala ringan.
Advertisement
Pelarangan ini dilakukan karena dikhawatirkan akan menambah pekerjaan ekstra untuk tenaga medis di Skotlandia dan mengurangi pelayanan kesehatan terhadap warga di negara tersebut.
Namun, saat disinggung soal kecaman dan kritikan publik terhadap Pangeran Charles, Perdana Menteri Skotlandia, Nicola Sturggeon menolak berkomentar. Ia justru menjelaskan bahwa tidak ingin orang-orang melihat negaranya sebagai tempat bersembunyi dari virus.
"Kami ingin setiap orang dapat bertanggung jawab, kami tidak ingin orang melihat Skotlandia dan pulau-pulaunya sebagai tempat mereka bisa sembunyi dari virus," ungkapnya dilansir dari BBC.
(nap/fik)