Kolom

Nyepi untuk Semua yang Beragama ataupun Tidak

KMB - INSERTLIVE
Rabu, 25 Mar 2020 19:00 WIB
Nyepi untuk Semua yang Beragama ataupun Tidak
Jakarta, Insertlive - "Bangke nih virus nih. Semua orang ada di rumah terus tahu nggak? Jadinya ibu-ibu nggak bisa istirahat, pagi-pagi urusin anak sekolah, mau tidur bapaknya pulang! Pusing ah. Sana ah."

Suatu siang, keluhan itu datang dari artis, sosialita sekaligus istri salah satu klan Bakrie, Nia Ramadhani. Melihat istrinya merajuk, Ardi Bakrie lalu baik-baikin dengan godaan minum wine. Tamat.

Lalu pada suatu siang pada umumnya di pertengahan Maret 2020, semua orang sepertinya beda tipis ngeluhnya dengan Nia Ramadhani. Tapi jangan kelewat kasar sampai sebut-sebut bangke juga kali ya. Jangankan Nia, saya juga cukup bingung ketika stok makanan di kulkas habis dan besok-besoknya mulai pakai fitur gofood terus-terusan. "Lama-lama bokek nih, bandel ke pasar yuk sebelum tutup semua," saya berceloteh ke istri untuk meyakinkannya tetap menyelingi jajan dengan memasak di rumah. 

Mohon dimaklumi, kami akhirnya menyalakan motor dengan masker, sarung tangan lengkap dan ngeeng... tiba di pasar favorit di Senin (16/3) malam -- sebagai informasi, hari itu Jakarta belum 'sesunyi' sekarang karena baru hari pertama WFH diimbau pemerintah--. Sebagai pembelaan diri di awal-awal WFH yang sebenarnya nggak benar-benar amat, kami terpaksa keluar untuk satu hari saja demi menyetok barang demi kelangsungan hidup ke depan agar tak ke luar rumah lagi.

Kolom Lainnya:



Balik ke komplain Nia Ramadhani atas situasi belakangan ini, Anda wajar-wajar saja kok sesekali bosan dan menggerutu karena di rumah aja. Tapi mungkin tanamkanlah pemikiran: ngeluh  ya cuma sebatas ngeluh saja. Ketika mengingat kembali berdiam diri di rumah adalah sesuatu yang saklek untuk sekarang, maka kamu seharusnya tahu keluhanmu jadi ego terus ngalahin nalar.

Physical Distancing dalam Nyepi

Sebelum saya melanjutkan, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi pada rekan, sahabat saya serta seluruh pemeluk Hindu di muka bumi. Nyepi yang hadir setiap Tahun Baru Saka dalam artian terdalam --menurut ajaran Hindu-- adalah hari pemujaan dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.

Khusus hari suci itu, semua pemeluk Hindu tak beraktivitas selain berdoa. Jangankan internet, TV atau ponsel bisa hidup... ngobrol/baca buku saja tidak. Mereka fokus memanjaatkan doa. Ya Nyepi: hening, sunyi, senyap. Berdiam diri: Catur Brata. Di tahap ini, semua yang menyakini Hindu akan seperti bertapa, mendoakan alam semesta.

"Dengan menjadi suci dan bersih, semoga umat Hindu mampu mengendalikan diri sendiri dan menghindari perbuatan adharma atau sifat kebatilan. Menghindari kebatilan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan keunggulan dan kerukunan umat beragama menuju Indonesia maju," kata Menag kita, Fachrul Razi.

Bahkan menurut Fachrul, Catur Brata Penyepian sangat sarat akan makna tentang physical distancing yang dicanangkan pemerintah dalam menghadapi wabah yang sedang terjadi. Sementara buat dalam perspektif saya yang sederhana, hal
 penting yang perlu diambil dari Nyepi adalah filosofi paling dasarnya. Nyepi fokus membersihkan diri, menyucikan alam manusia/microcosmos dengan fokus berdoa tanpa terganggu akan hal apa pun.

Kolom lainnya:



Anda yang hanya di dalam rumah selama nyaris dua pekan ini --dan bisa saja masih sebulan lagi masih harus bekerja di rumah-- bukan tandingan dibanding khusyuk Nyepinya umat Hindu. Kamu masih bisa melihat televisi, YouTube-an, Netflix-an, karaokean, olahraga di atas alas treadmill atau sekadar menghabiskan waktu dengan orang dan peliharaan tersayang. Masih banyak hiburan, jadi mulailah berhenti mengeluh.

Kalau mau komplain serta mengucap sumpah serapah --mau pakai fitur kata bangke pun silakan-- lebih baik kamu kerahkan sekuat tenaga pada wacana rapid tes Corona di DKI yang konon mau diduluin sama para legislator kita. Mari terbahak berjemaah untuk hal itu.

Nyepi kali ini tak terasa lebih dimaknai semua pemeluk agama apa pun di Indonesia. Indonesia, mari mati suri sementara untuk bangkit kemudian. Bahkan bagi Anda yang sudah tak percaya Tuhan pun semestinya sepakat bahwa berdiam di rumah dan berharap --jika kata berdoa bagi kalian sudah tak ampuh lagi-- Indonesia nanti kuat lagi. Nyepi 2020 adalah nyepinya kita semua untuk kepulihan Ibu Pertiwi.

Komario Bahar



Redaktur Pelaksana !nsertlive
(kmb/kmb)
KOMENTAR
POPULER