Stasiun Kereta Penuh Sesak Saat Pandemi Corona, Vidi Aldiano Menangis
arm |
Insertlive
Jakarta
-
Vidi Aldiano merasa prihatin dengan keadaan masyarakat Indonesia, khususnya warga Jabodetabek yang masih harus pergi bekerja di tengah pandemi Corona, COVID-19.
Hati Vidi terasa teriris saat melihat stasiun kereta masih dipenuhi oleh masyarakat yang seharusnya melakukan isolasi diri atau setidaknya self distancing.
"Mau nangis liat ini. Kebijakan WFH masih susah untuk diterapkan sama banyak perusahaan. Cmon guys, kalo jadi pandemik yang kritis, tu pundi-pundi uang mau nikmatinnya gimane?" tulis Vidi Aldiano di Insta Story.
Ia melanjutkan dengan menghaturkan doa bagi masyarakat yang harus tetap pergi bekerja demi mencari nafkah agar tetap dijaga kesehatannya.
"Ya Tuhan.. Sehatkan dan Iindungi semua teman-teman yang mungkin belum punya pilihan dan privileged untuk bisa WFH. Stay healthy semua. Gue berdoa semakin banyak perusahaan yang melek akan penting nya lockdown," sambungnya.
Vidi menambahkan, para pemilik perusahaan mungkin akan merugi jika memberlakukan WFH, namun ia percaya dengan peribahasa 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.
"Yep akan rugi banyak beberapa bulan kedepan. Tapi terkadang a big sacrifice is needed when it comes to a greater good," tutup Vidi Aldiano.
(arm/fik)
Loading ...
Hati Vidi terasa teriris saat melihat stasiun kereta masih dipenuhi oleh masyarakat yang seharusnya melakukan isolasi diri atau setidaknya self distancing.
Advertisement
"Mau nangis liat ini. Kebijakan WFH masih susah untuk diterapkan sama banyak perusahaan. Cmon guys, kalo jadi pandemik yang kritis, tu pundi-pundi uang mau nikmatinnya gimane?" tulis Vidi Aldiano di Insta Story.
Ia melanjutkan dengan menghaturkan doa bagi masyarakat yang harus tetap pergi bekerja demi mencari nafkah agar tetap dijaga kesehatannya.
"Ya Tuhan.. Sehatkan dan Iindungi semua teman-teman yang mungkin belum punya pilihan dan privileged untuk bisa WFH. Stay healthy semua. Gue berdoa semakin banyak perusahaan yang melek akan penting nya lockdown," sambungnya.
Vidi Aldiano/ Foto: Nanda Agustin |
Vidi menambahkan, para pemilik perusahaan mungkin akan merugi jika memberlakukan WFH, namun ia percaya dengan peribahasa 'Habis Gelap Terbitlah Terang'.
"Yep akan rugi banyak beberapa bulan kedepan. Tapi terkadang a big sacrifice is needed when it comes to a greater good," tutup Vidi Aldiano.
(arm/fik)
Vidi Aldiano/ Foto: Nanda Agustin