Usai Rebutan Warisan, Kakak Goo Hara Ungkap Kebobrokan Sang Ibu
arm |
Insertlive
Jakarta
-
Perseteruan antara kakak dan ibu Goo Hara kembali memanas. Usai sang ibu yang menelantarkan mereka menuntut warisan sebanyak 50 persen, kakak Goo Hara, Goo Ho In mengajukan gugatan ke Pengadilan Keluarga Gwangju untuk menentang pembagian warisan.
Goo Ho In tidak sudi membagi warisan properti yang ditinggalkan oleh Hara karena sang ibu dinilai tak pantas untuk menerima warisan tersebut.
Ia juga tak suka dengan cara sang ibu yang tiba-tiba datang ke pemakaman Goo Hara dan mengganggu karena merekam proses sakral tersebut. Setelah mengacau di pemakaman, wanita itu juga mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan setengah warisan milik mantan personel KARA itu.
"Kami masih ingat dia (ayah) dibawa pergi dengan ambulans. Hara dan saya dibuang oleh ibu kami. Itu sebabnya Hara selalu ingin dicintai. Itu membuat saya sangat marah bahwa dia berpura-pura menjadi ibunya setelah dia (Hara) pergi. Aku benci dia mengatakan dia ibunya," lanjut pria itu.
Sebelumnya, Goo Ho In juga pernah mengungkapkan bahwa ia merasa sakit saat sang ibu yang menelantarkannya dan Hara saat masih berusia 9 tahun tiba-tiba ingin merebut harta warisannya.
"Ketika ibu lari dari rumah, Hara berumur sembilan tahun. Hara menghabiskan hidupnya melawan trauma yang ditinggalkan. Ayah kami membayar biaya hidup Hara (dan saya). Setelah dia debut, ayah kami bertindak sebagai wali," pungkas Goo Ho In.
(arm/arm)
Loading ...
Goo Ho In tidak sudi membagi warisan properti yang ditinggalkan oleh Hara karena sang ibu dinilai tak pantas untuk menerima warisan tersebut.
Ia juga tak suka dengan cara sang ibu yang tiba-tiba datang ke pemakaman Goo Hara dan mengganggu karena merekam proses sakral tersebut. Setelah mengacau di pemakaman, wanita itu juga mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan setengah warisan milik mantan personel KARA itu.
Advertisement
Sebelumnya, Goo Ho In juga pernah mengungkapkan bahwa ia merasa sakit saat sang ibu yang menelantarkannya dan Hara saat masih berusia 9 tahun tiba-tiba ingin merebut harta warisannya.
"Ketika ibu lari dari rumah, Hara berumur sembilan tahun. Hara menghabiskan hidupnya melawan trauma yang ditinggalkan. Ayah kami membayar biaya hidup Hara (dan saya). Setelah dia debut, ayah kami bertindak sebagai wali," pungkas Goo Ho In.
(arm/arm)