Kata Psikolog tentang Siswi Korban Bully yang Nekat Bunuh Diri
Agustin Dwi Anandawati |
Insertlive
Jakarta
-
Kasus viral seorang siswi berusia 14 tahun yang nekat mengakhiri hidupnya berhasil mencuri perhatian publik dan ramai di media sosial. Diduga aksi nekat yang dilakukan oleh siswi bernama Nadia itu akibat dirinya adalah korban bully di sekolahnya.
Viral kasus Nadia ini juga mencuri perhatian para psikolog untuk kembali memperingatkan betapa buruk dan berbahayanya dampak yang didapat oleh para korban bully. Pasalnya mereka yang dibully selalu hidup dalam ketakutan dan hanya bisa memendam kesusahannya seorang diri.
Intan menambahkan jika efek dari bully sendiri bisa membuat seseorang merasa stres, depresi, hingga yang paling membahayakan yaitu bunuh diri.
"Nah ini ada banyak efek negatifnya bisa stres, kalau stres tidak tertangani naik ke level depresi kalau udah level depresi banyak anak-anak yang tidak bisa mengeluarkan apa yang dia rasakan, dia nggak bisa menceritakan ke orang tuanya karena takut akhirnya mereka pendam," jelas Intan Erlita.
"Sementara tekanan dari pelaku semakin tinggi nah ini bisa jadi depresi buat anak bisa merubah kepribadian yang tadinya ceria jadi pendiam, jadi nggak berani bergaul bahkan yang paling parah bisa jadi mereka mengakhiri hidupnya," sambungnya.
Sebelumnya Nadia nekat untuk bunuh diri usai dirinya merasa jika tak ada satu pun orang yang sayang dan perhatian kepadanya. Hingga akhirnya Nadia lompat dari lantai 4 gedung sekolahnya.
Sosok almarhumah Nadia sendiri dikenal sebagai siswi yang pandai menggambar. Ia sering membagikan hasil karyanya ke media sosial. Kasus yang terjadi pada mendiang Nadia pun sempat menjadi trending di Twitter Indonesia.
(agn/agn)
Loading ...
Viral kasus Nadia ini juga mencuri perhatian para psikolog untuk kembali memperingatkan betapa buruk dan berbahayanya dampak yang didapat oleh para korban bully. Pasalnya mereka yang dibully selalu hidup dalam ketakutan dan hanya bisa memendam kesusahannya seorang diri.
Advertisement
Intan menambahkan jika efek dari bully sendiri bisa membuat seseorang merasa stres, depresi, hingga yang paling membahayakan yaitu bunuh diri.
"Nah ini ada banyak efek negatifnya bisa stres, kalau stres tidak tertangani naik ke level depresi kalau udah level depresi banyak anak-anak yang tidak bisa mengeluarkan apa yang dia rasakan, dia nggak bisa menceritakan ke orang tuanya karena takut akhirnya mereka pendam," jelas Intan Erlita.
"Sementara tekanan dari pelaku semakin tinggi nah ini bisa jadi depresi buat anak bisa merubah kepribadian yang tadinya ceria jadi pendiam, jadi nggak berani bergaul bahkan yang paling parah bisa jadi mereka mengakhiri hidupnya," sambungnya.
Sebelumnya Nadia nekat untuk bunuh diri usai dirinya merasa jika tak ada satu pun orang yang sayang dan perhatian kepadanya. Hingga akhirnya Nadia lompat dari lantai 4 gedung sekolahnya.
Sosok almarhumah Nadia sendiri dikenal sebagai siswi yang pandai menggambar. Ia sering membagikan hasil karyanya ke media sosial. Kasus yang terjadi pada mendiang Nadia pun sempat menjadi trending di Twitter Indonesia.
(agn/agn)