Tagar #WandaHamidahPeramalUlung Jadi Trending, Simak Deretan Cuitannya
Tagar #WandaHamidahPeramalUlung Jadi Trending, Simak Deretan Cuitannya
Wanda Hamidah seorang politikus dan mantan model kabarnya dianggap mampu meramal masa depan usai kicauannya di laman Twitter pada 2014 silam kembali muncul ke publik.Kicauannya pada tahun 2014 silam itu meliputi keadaan yang tengah terjadi saat ini, meski akun atas nama wanda_hamidah tersebut sudah tak lagi aktif, tetapi tulisan kultwit masih menjadi perbincangan hangat.
Alhasil, warganet menyebut Wanda Hamidah mampu meramal masa depan. Kini, serial tweets tersebut menjadi trending dengan tagar #WandaHamidahPeramalUlung.
Kultwit milik Wanda Hamidah/ Foto: twitter.com/benidarmawan |
Kultwit tersebut memang benar terjadi di tahun 2019 ini dengan menilik ke beberapa kejadian yang tengah hangat dibicarakan.
Penasaran dengan isi tweets milik Wanda Hamidah yang terbukti terjadi? Berikut, Insertlive sajikan untuk Insertizen.
Kritikan Terhadap Banyak Generasi Muda Hilang Karena Mengkritisi
Wanda Hamidah pada 4 Juni 2014 silam pernah menulis kicauan tentang kebebasan berpendapat terkait tentang kritik.Disandingkan dengan situasi terkini, usai demo mahasiswa yang terjadi di beberapa titik daerah di Indonesia pada September 2019 silam. Hingga kini, masih banyak korban berjatuhan, bahkan banyak orangtua yang masih mencari sang anak yang tak kunjung pulang usai demo tersebut.
Banyak pihak yang akhirnya menyesalkan aksi dan keputusan penahanan sejumlah generasi muda akibat mengkritisi pemerintah dan sistemnya.
Kritikan Terhadap Pembacaan Buku dan Tontonan Film
Wanda Hamidah pada 4 Juni 2014 silam pernah menulis kicauan tentang kebebasan berpendapat terkait tentang kritik.
"Nanti engga bisa baca buku atau nonton film yang dibilang mengancam 'stabilitas nasional'.. baru nyesel," kicau Wanda melalui akun wanda_hamidah.
Disandingkan dengan situasi terkini, banyak sekali orang-orang dengan kedok ingin mengamankan negara mengancam banyak toko buku dan merazia buku-buku yang dianggap mengancam. Banyak buku yang akhirnya disita karena dianggap sebagai suatu ancaman negara.
Begitu juga halnya dengan film. Banyak film yang akhirnya dilarang beredar dengan embel-embel tak lulus uji kelayakan karena adanya singgungan atau kritikan terhadap pihak pemerintah.
Kritikan Terhadap Media
Wanda Hamidah pada 4 Juni 2014 silam pernah menulis kicauan tentang kebebasan berpendapat terkait tentang kritik.
"Nanti punya media dibredel.. baru nyesel," kicau Wanda melalui akun wanda_hamidah.
Disandingkan dengan situasi terkini, beberapa media tak hanya dibredel bahkan media bisa dilaporkan dengan adanya UU ITE yang resmi direvisi dan disahkan ulang pada tahun 2016.
Misalnya, yang terjadi akhir-akhir ini yakni pembredelan Pers Mahasiswa milik Politeknik Negeri Surabaya bernama Teropong karena membahas tentang masalah di Papua.
Kritik Terhadap Tulisan
Wanda Hamidah pada 4 Juni 2014 silam pernah menulis kicauan tentang kebebasan berpendapat terkait tentang tulisan.
"Nanti enggak bisa nulis lagi.. baru nyesel," kicau Wanda melalui akun wanda_hamidah.
Disandingkan dengan situasi terkini, banyak sekali tulisan-tulisan artikel dianggap berbahaya. Melalui laman media cetak maupun laman media sosial, tulisan yang dianggap menghina atau memfitnah seseorang atau pihak tertentu dapat dipidanakan.
Tak hanya pada artikel, tulisan seseorang secara fiksi yang menyudutkan atau menyindir ke sesuatu hal yang krusial juga dapat dipidanakan dengan mengusung undang undang ITE.
Bahkan, jika tulisan kritikan tersebut masuk ke dalam media sosial maka bisa dilacak karena jejak digitalnya tak akan hilang.
Kritik Tajam Untuk Kebebasan Berpendapat
Wanda Hamidah pada 4 Juni 2014 silam pernah menulis kicauan tentang kebebasan berpendapat terkait tentang kritik.
"Jangan sampai nanti enggak bisa ngeritik lagi.. baru nyesel," kicau Wanda melalui akun wanda_hamidah.
Disandingkan dengan situasi terkini, banyak sekali orang yang mengkritik pemerintah ataupun seseorang akan dapat dengan mudah dipidanakan melalui undang undang yang telah diatur.
Banyak kasus yang akhirnya menjadi masalah pelik meski hanya menyangkut pencemaran nama baik atau fitnah terhadap suatu hal.
(dis/syf)
Kultwit milik Wanda Hamidah/ Foto: twitter.com/benidarmawan