Ini Kronologi Korban Penipuan Investasi Bodong Pablo Benua
Laylia Farida |
Insertlive
Jakarta
-
Pablo Benua yang kini resmi menjadi tersangka kasus konten 'ikan asin' ini ternyata memiliki banyak kesalahan lainnya. Bukan hanya satu dua masalah saja yang bergulir, kini Pablo kembali harus diingatkan persoalan penipuan perusahaannya yang bernama 'PT. Inti Benua' yang dikatakan perusahaan investasi bodong.
Salah satu korban penipuannya adalah Petrus Ola Tupeng, seorang yang sempat memiliki kantor cabang di Kupang di bawah perusahaan milik Pablo Benua.
"Saya kenal Pablo dari teman saya, yang lebih duluan bekerja di bawah perusahaan milik Pablo benua. Setelah melihat kemajuan usaha ini di cabang Semarang. Saya tertarik untuk mendekatkan diri. Karena, di cabang itu udah banyak jual mobil sama jual motor juga," ujar Ola.
Melihat keuntungan tersebut, Ola memutuskan untuk membuka cabang kecil di Kupang, "Saya berniat buka cabang di Kupang, saya dekati banyak pengusaha lokal sana. Akhirnya ketemu Pak Alex," tambahnya.
Punya tujuan dan niat baik untuk membuka cabang baru di Kupang, ia dan rekannya Pak Alex akhirnya menemui Pablo di rumahnya di Jakarta pada September 2016 silam.
"Tahun 2016 awal September saya janjian sama Pablo di Jakarta. Saya sama Alex dan istrinya ketemu di rumah Pablo, dia jelasin semuanya, kita tertarik. Oktober 2016 saat itu juga kita buka cabang di Kupang langsung," paparnya.
Namun sayangnya, usaha yang dibangun Ola tidak bertahan lama hingga Desember 2016 cabang di Kupang pun harus ditutup setelah beredar isu saat OJK merilis bahwa perusahaan Pablo Benua bernama PT Inti Benua, merupakan salah satu perusahaan investasi bodong.
"Pas itu, gempar di Kupang kalau perusahaan investasinya bodong, terus akhirnya saya ke Jakarta terus nanya ke OJK dan ternyata memang bener kalau perusahaannya bodong. Ya, akhirnya Desember itu kita tutup cabang. Jadi, cuman bertahan 6 bulan aja. Kalau dimintain pertanggungjawaban juga Pablo terus menghindar dari saya," tutupnya.
(dis/dis)
Loading ...
Advertisement
"Saya kenal Pablo dari teman saya, yang lebih duluan bekerja di bawah perusahaan milik Pablo benua. Setelah melihat kemajuan usaha ini di cabang Semarang. Saya tertarik untuk mendekatkan diri. Karena, di cabang itu udah banyak jual mobil sama jual motor juga," ujar Ola.
Melihat keuntungan tersebut, Ola memutuskan untuk membuka cabang kecil di Kupang, "Saya berniat buka cabang di Kupang, saya dekati banyak pengusaha lokal sana. Akhirnya ketemu Pak Alex," tambahnya.
Petrus Ola Tupeng/ Foto: Laylia Farida |
Punya tujuan dan niat baik untuk membuka cabang baru di Kupang, ia dan rekannya Pak Alex akhirnya menemui Pablo di rumahnya di Jakarta pada September 2016 silam.
"Tahun 2016 awal September saya janjian sama Pablo di Jakarta. Saya sama Alex dan istrinya ketemu di rumah Pablo, dia jelasin semuanya, kita tertarik. Oktober 2016 saat itu juga kita buka cabang di Kupang langsung," paparnya.
Namun sayangnya, usaha yang dibangun Ola tidak bertahan lama hingga Desember 2016 cabang di Kupang pun harus ditutup setelah beredar isu saat OJK merilis bahwa perusahaan Pablo Benua bernama PT Inti Benua, merupakan salah satu perusahaan investasi bodong.
"Pas itu, gempar di Kupang kalau perusahaan investasinya bodong, terus akhirnya saya ke Jakarta terus nanya ke OJK dan ternyata memang bener kalau perusahaannya bodong. Ya, akhirnya Desember itu kita tutup cabang. Jadi, cuman bertahan 6 bulan aja. Kalau dimintain pertanggungjawaban juga Pablo terus menghindar dari saya," tutupnya.
(dis/dis)
Petrus Ola Tupeng/ Foto: Laylia Farida