Tangis SBY Iringi Pemakaman Ani Yudhoyono
Insertlive |
Insertlive
Jakarta
-
Jenazah Ani Yudhoyono telah selesai dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada Minggu (2/6) sore. Pemakaman Ibu Ani dilakukan secara militer dan dipimpin langsung oleh Presdien RI, Joko Widodo.
Usai proses pemakaman selesai, pihak keluarga Ibu Ani yang diwakili oleh anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidatonya. Dalam pidato itu AHY menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan doa untuk mediang Ibu Ani.
"Selamat jalan Memo. we love you and we forever miss you. Terima kasih atas segala pengorbanan, jasa, dan pengabdian untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Doa terbaik kami seluruh rakyat Indonesia menyertai langkah dan kepergianmu," ujar Agus menahan tangis.
Di sela-sela AHY mengucapkan salam perpisahannya, terlihat Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhyono, tak kuasa menahan tangis. SBY dengan wajah sedih tampak mengusap air mata yang keluar dari matanya yang sembap.
Ani Yudhoyono meninggal dunia usai berjuang melawan kanker darah yang ia derita. Sebelum akhirnya berpulang, Ani Yudhyono sudah menjalani pengobatan selama empat bulan di National University Hospital, Singapura.
(dia/dia)
Loading ...
Usai proses pemakaman selesai, pihak keluarga Ibu Ani yang diwakili oleh anak sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidatonya. Dalam pidato itu AHY menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan doa untuk mediang Ibu Ani.
Advertisement
Foto: Marianus HarmitaAni Yudhyoyono |
"Selamat jalan Memo. we love you and we forever miss you. Terima kasih atas segala pengorbanan, jasa, dan pengabdian untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Doa terbaik kami seluruh rakyat Indonesia menyertai langkah dan kepergianmu," ujar Agus menahan tangis.
Di sela-sela AHY mengucapkan salam perpisahannya, terlihat Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhyono, tak kuasa menahan tangis. SBY dengan wajah sedih tampak mengusap air mata yang keluar dari matanya yang sembap.
Ani Yudhoyono meninggal dunia usai berjuang melawan kanker darah yang ia derita. Sebelum akhirnya berpulang, Ani Yudhyono sudah menjalani pengobatan selama empat bulan di National University Hospital, Singapura.
(dia/dia)
Foto: Marianus Harmita