Advertisement

Setelah Naruhito Naik Tahta, Bagaimana Masa Depan Kekaisaran Jepang?

Achmad Abdillah | Insertlive
Dengan naiknya Naruhito sebagai Kaisar, otomatis sang anak tunggal, Putri Aiko, akan menjadi putri mahkota. Garis monarki Jepang akan terputus?
Naruhito/Foto: Ludovic Marin/Pool Photo via AP)
Jakarta - Jepang bersiap menyambut kaisar baru setelah Kaisar Akihito resmi turun tahta pada Selasa (30/4). Dilansir dari BBC, Akihito adalah kaisar pertama yang turun tahta dalam 200 tahun atau sejak Jepang terakhir kali menggelar upacara penurunan tahta pada 1817. Tahta Kaisar selanjutnya akan diserahkan kepada sang Putra Mahkota, Naruhito, yang akan secara resmi naik tahta pada hari Rabu, 1 Mei 2019.

Kotaishi Naruhito Shinno, atau yang lebih dikenal sebagai Putra Mahkota Naruhito, merupakan putra tertua dari tiga bersaudara. Ia lahir pada 23 Februari 1960. Naruhito sendiri akan menjadi Kaisar Jepang ke-126 dari monarki tertua di dunia itu.

Advertisement



Hal tersebut tentu menjadi sebuah masalah ketika tidak ada lagi keturunan laki-laki dari keluarga kerajaan. Terlebih diketahui keluarga kerajaan Jepang sangat kecil dan dikhawatirkan akan menyusut di tahun-tahun mendatang. Kaisar Akihito memiliki empat cucu. Namun, dari empat tersebut, ia hanya memiliki satu orang cucu laki-laki. Apakah garis monarki kekaisaran Jepang akan terputus?


Setelah Putra Mahkota Naruhito, pewaris tahta selanjutnya adalah adik laki-lakinya, Pengeran Fumihito, sedangkan adik perempuannya, Putri Sayako, sudah pasti tidak dapat menggantikannya. Pengeran Fumihito saat ini mempunyai tiga orang anak, Mako dan Kako, dan satu anak laki-laki, Hisato.

Dikatakan kekaisaran Jepang masih memiliki harapan karena masih memiliki penerus. Namun, apabila Pangeran Hisato menikah dan memiliki anak perempuan kemungkinan kekaisaran Jepang berada di ujung tanduk. 

[Gambas:Video Insertlive]

(aca/fik)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement