Acha Septriasa Ungkap Alasan WNI Tak Bisa Nyoblos di Sydney

fik - INSERTLIVE
Minggu, 14 Apr 2019 22:15 WIB
Acha Septriasa Ungkap Alasan WNI Tak Bisa Nyoblos di Sydney
Jakarta, Insertlive - Warga Indonesia yang berada di luar negeri, sudah menggunakan hak suaranya lebih dahulu. Setelah El Rumi yang berbagi pengalamannya nyoblos di London, Acha Septriasa dan suami juga menceritakan proses mereka mengikuti Pemilu 2019 di Australia. pada Sabtu, 13 April 2019 kemarin.

"Saya berterimakasih kpd Panitia TPS tempat saya mencoblos di Marrrickvile Sydney TPS 10, 11, 12 melayani dengan baik," katanya sambil mengunggah foto bersama suami memamerkan jari kelingkingnya

Dalam unggahan yang lain, Acha juga memperlihatkan warga Indonesia yang sedang mengantre di TPS di Australia, untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 ini. Namun, tidak semua warga Indonesia bisa menggunakan hak suaranya. Acha pun membeberkan alasannya.

"rudy Hasta Taftiana dan teman- teman yang ada di foto ini, mungkin mereka sedang merasa sedih krn sebagai WNI yang ber hak memilih dan sedang berada di luar Negeri , sebagai visitors, pendatang sementara, students, Permanent Resident baru, atau pun temporary resident , mereka BELUM menggunakan HAK PILIH nya. Dikarenakan Pintu di tutup jam 18.00 tepat, " tulis Acha.

Acha menjelaskan berdasarkan informasi yang didapat, banyak di antara mereka yang seharusnya sudah menjadi DPT, tapi ketika di-search di website KJRI resmi namanya tidak ditemukan. Acha menambahkan banyak yang pindah TPS.

"Turut menyayangkan bahwa banyak sekali teman- teman kita yang menunggu 5 tahun untuk memilih , bahkan mereka ada juga yang sudah memutuskan pilihan untuk TIDAK GOLPUT tp di batasi dengan JAM pemilih Khusus yang hanya 1 JAM sblm pencoblosan berakhir," ujarnya.

Acha juga menceritakan pengalamannya. Sebagai permanent resident di Sydney, karena takut kehilangan suaranya, ia bersama suami datang di pagi hari, pukul 08.00 di Town Hall. 

"panitia di sana juga dengan jelas mengInformasikan pd saya bahwa DPLNK ( khusus) yang telat mendaftar ulang ( pendaftaran berakhir 8 maret -13 maret 2019 )seperti saya boleh memilih dan datang lebih awal dr jam 17.00 supaya menghindari antrian yang membludak," katanya.

Namun, ia memutuskan pindah TPS di Marrickville. Ia mencoblos di TPS 10. "banyak pemilih Tetap yang entah mengapa terdaftar di panjang nya lists calon pemilih, tp NIHIL kedatangan nya di jam 3.30 sampe jam 5 sore," ujarnya. Acha berharap jangan ada dugaan atau prasangka dengan kondisi tersebut.

"jangan memperkeruh suasana dengan upaya2 prasangka. Mungkin Informasi yang kita akses sedemikian rupa dr Tim penyelenggara Pemilu Luar Negeri Sydney di website KJRI masih minim, namun Gak bisa di pungkiri Kejelasan sebagai peserta pemilih juga KURANG di Gaung kan ke seluruh masyarakat di Sydney," ujarnya. Ibu satu anak juga menambahkan bahwa panitia juga kewalahan menyambut pemilih yang datang dari segala penjuru.

[Gambas:Instagram]

(fik/fik)
KOMENTAR
POPULER