Waspada, Kamera Tersembunyi Mengintai di Kamar Motel Korea

finalia kodrati - INSERTLIVE
Kamis, 21 Mar 2019 12:22 WIB
Kasus seperti ini terus meningkat di Korea Selatan.
Jakarta, Insertlive - Sekitar 1.600 orang menjadi korban rekaman ilegal di kamar-kamar motel di Korea Selatan. Rekaman ini disiarkan secara live streaming di sebuah situs dan meminta bayaran dari pelanggan.

Hal itu diungkapkan kepolisian setempat, Rabu 20 Maret 2019. Polisi menangkap dua orang tersangka dan yang lainnya sedang diselidiki sehubungan dengan kasus tersebut. Terdapat 42 kamar di 30 akomodasi di sekitar 10 kota di Negeri Ginseng tersebut yang terkait dengan kasus rekaman ilegal ini. Di Korea Selatan, tipe-tipe penginapan yang masuk dalam kasus ini biasanya motel atau losmen.

Seperti dilansir dari CNN, kamera-kamera tersebut disembunyikan di dalam kotak-kotak tv digital, sela-sela dinding dan di dalam alat pengering rambut. Departement Investigasi Cyber Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan, mengungkapkan rekaman ini disiarkan secara online.

Situs tersebut memiliki lebih dari 4.000 anggota, 97 di antaranya membayar biaya bulanan sekitar US$44,95 atau setara dengan Rp612 ribu untuk mengakses fitur tambahan, seperti bisa memutar ulang video tertentu. Polisi mengungkapkan sejak November 2018 hingga bulan ini, penghasilan situs ini mencapai US$6000 atau setara dengan Rp83 juta.

"Dahulu ada kasus serupa di mana kamera ilegal dan secara konsisten ditonton diam-diam. Tetapi ini adalah pertama kalinya polisi menangkap di mana video disiarkan secara online," ujar perwakilan kepolisian.

Korea Selatan memiliki masalah serius terkait kasus kamera tersembunyi dan juga rekaman ilegal. Di tahun 2017, lebih dari 6.400 kasus pembuatan video ilegal dilaporkan ke polisi. Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun 2012 yang berjumlah 2.400 kasus.
Tahun lalu dilaporkan puluhan wanita melakukan demonstrasi untuk memprotes hal tersebut, dengan slogan, "My Life is Not Your Porn."


Menanggapi masalah tersebut, pemerintah setempat membuat pasukan khusus pengawas perempuan, yang melakukan pemeriksaan rutin terhadap 20 ribu toilet umum di sejumlah kota untuk mencari kamera tersembunyi. Keputusan ini mengundang kritika karena dianggap sebagai langkah yang terlalu sederhana dalam menangani kasus serius seperti ini.

(fik/fik)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER