Rekam Jejak Perfilman Jakarta Melalui 'Jakarta Film Tourism 2025'
Komite Film Dewan Kesenian Jakarta menghadirkan program Jakarta Film Tourism 2025 sebagai ruang untuk menelisik perkembangan ekosistem perfilman di Jakarta.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan ekosistem film yang berkelanjutan, mendorong Jakarta sebagai pusat tata kelola dan kebijakan, serta davokasi data perfilman.
Dalam rangkaiannya, Jakarta Film Tourism 2025 (JFT) akan menelisik pelaku serta ekosistem perfilman yang tumbuh di Jakarta sebagaimana Jakarta merupakan kota mayoritas terasosiasi pada dunia perfilman.
Dimulai pada 10 Juli, JFT mengajak peserta melakukan studi literatur, pengolahan data, serta wawancara dalam menjejaki ekosistem perfilman yang berkembang di Jakarta dari lokasi syuting, rumah produksi hingga sekolah film.
Rangkaian acara ini berlanjut dengan agenda penulisan yang berlangsung selama September melalui hasil penelitian yang sudah dilakukan.
Penulisan hasil penelitian dirangkum menjadi satu buku digital sebagai agenda terakhir dari Jakarta Film Tourism 2025.
Buku digital ini hadir sebagai rekaman arsip perkembangan perfilman di Jakarta yang peluncurannya dilaksanakan pada 25 November mendatang.
Melalui Jakarta Film Tourism 2025, rekam jejak Jakarta sebagai kota sinema ditelisik bersama dengan mereka yang terlibat dalam proses produksi film.
Dewan Kesenian Jakarta berkomitmen memadankan misi bersama pemerintah Jakarta untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota sinema.
(dis/dis)