Melihat Kehidupan Santri dalam Film Dokumenter 'Pesantren'

INSERTLIVE | Insertlive
Senin, 01 Aug 2022 20:50 WIB
Film Pesantren
Jakarta, Insertlive -

Film dokumenter religi bertajuk Pesantren bisa menjadi salah satu pilihan bagi para Insertizen untuk menyaksikan bagaimana kehidupan para santri di pondok pesantren tanpa mengandung unsur radikal.

Menurut keterangan Lola Amalia, selaku produser, film Pesantren ini awalnya dirilis pada 2019 dan dipertontokan secara langsung di Amsterdam, Belanda dalam ajang International Documentary Festival Amsterdam.

Pesantren mengambil latar kehidupan para santri dan santriwati di Pondok Kebon Jambu Al Islamy.


Dalam film tersebut diperlihatkan bagaimana para santri tak terkukung aturan ketat sebagaimana pesantren dikenal di masyarakat dengan menampilkan sisi kesenian dan kemajuan perkembangan zaman.

"Saya membawa keliling film ini 10 pesantren. Awalnya dirilis 2019 di Belanda, lalu 2020 seharusnya dirilis tapi pandemi jadi ketahan dan baru naik ke bioskop 4 Agustus mendatang dengan layar terbatas," kata Lola Amalia, dalam konferensi pers, Senin (1/8) di Epicentrum XXI, Jakarta.

"Saya sebenarnya melihat utuh film ini 2018 dan dikerjakan dengan editor orang Jerman dengan proses pengerjaan yang panjang. Saya saat itu bilang kalau film ini harus naik sebagai perspektif bahwa pesantren dan islam itu berkembang dengan sangat baik," sambungnya.

Film PesantrenFilm Pesantren/ Foto: Dini Astari & Dias P Samsoerizal

Lebih lanjut, Shalahuddin Siregar sebagai sutradara menjelaskan bahwa keputusannya membuat dokumenter film Pesantren ini bermula dari karya sebelumnya Negeri di Bawah Kabut yang rilis pada 2011.

Dalam film tersebut, Shalahuddin Siregar membuat cerita perjalanan seorang anak laki-laki yang dipaksa untuk masuk pesantren oleh orang tuanya karena keterbatasan biaya.

Melalui jalan cerita tersebut, Shalahuddin tergerak untuk membuat film dokumenter tentang kehidupan pesantren.

"Setelah saya membuat Negeri di Bawah Kabut, saya tergerak untuk membuat dokumenter tentang kehidupan di dalam pesantren. Saya pun memilih Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy di Jawa Barat," kata Shalahuddin Siregar.

"Perjalanannya begitu panjang. Saya membuat film ini 2015, syuting lalu riset sampai 2016. Lanjut syuting 2018 editing 2018 di Jerman lalu kembali syuting pada 2019 dan pertama kali ditonton di Belanda," sambungnya.

Film Pesantren ini bakal dirilis dengan layar terbatas di bioskop pada Kamis (4/8) mendatang.

(dis/dis)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER