Hana Malasan-Aghniny Haque Ajak Melek Konflik Agraria Lewat 'Ben & Jody'

Insertlive | Insertlive
Sabtu, 15 Jan 2022 08:00 WIB
Hana Malasan dan Aghniny Haque
Jakarta, Insertlive -

Hana Malasan dan Aghniny Haque bercerita soal peran mereka di film Ben & Jody. Mereka berdua berperan sebagai kakak-adik bernama Rinjani dan Tambora.

Hana lantas cerita soal karakter Rinjani yang ia lakoni. Sosok Rinjani diceritakan sebagai perempuan tangguh yang mengemban tugas sebagai pemimpin sebuah desa.

"Di sini aku berperan sebagai Rinjani, dia ini sosok pemimpin yang rela melakukan apa saja untuk menjaga desanya," ungkap Hana di kawasan Jakarta, Jumat (14/1).


"Sebenarnya Rinjani di sini jadi pemimpin dadakan, karena bapaknya hilang sekitar satu tahun, jadi dadakan harus jadi pemimpin, cukup keras, kaku dan penuh perhitungan juga, keras kepala, selain itu dia juga punya keahlian memanah dan bela diri," sambung Hana.

Sementara Aghniny berperan sebagai sosok Tambora. Karakter ini merupakan adik dari Rinjani yang juga diceritakan sebagai remaja perempuan pemarah.

"Aku berperan sebagai Tambora, dia adalah adiknya Rinjani, dia tumbuh dan besar di desa yang mau kira rebut lagi haknya, karena kehilangan sosok ayahnya, Tambora jadi sosok yang pemarah dan nekat, selain itu dia juga yakin ayahnya pasti akan kembali," kata Aghniny.

Aghniny lantas cerita bagaimana sulitnya memerankan karakter Tambora. Ia mengaku harus tahu bagaimana rasanya menjadi warga yang tergusur dari kampung halamannya karena penggusuran lahan.

"Menjadi Tambora itu merasakan bagaimana menjadi masyarakat yang mengalami ketidakadilan, karena isu filmnya soal banyaknya penggusuran lahan di perkampungan adat yang ada di Indonesia, aku harus tahu betul bagaimana rasanya rumah aku digusur," ujar Aghniny.

Film Ben & Jody memang mengangkat isu soal penggusuran lahan yang masih dialami oleh sebagian masyarakat di Indonesia hingga sekarang. Bahkan isu cerita soal konflik agraria ini yang membuat Hana dan Aghniny mau berperan di film ini.

"Hal yang bikin aku langsung jawab iya sama proyek ini ya karena isu yang diangkat, ceritanya kuat banget, kita sebagai film maker bukan hanya ingin memperlihatkan gambar indah dan akting bagus, tapi juga pengin karya kita itu menyampaikan suatu pesan," ungkap Hana.

"Isunya soal penggusuran lahan, dimana sebenarnya isu ini masih sering terjadi sampai sekarang, dan mungkin banyak orang yang belum tahu, mudah-mudahan lewat film ini orang jadi tahu ada kasus ini, dan aku setelah proyek ini juga jadi tahu ada kasus ini," tutupnya.

(ikh/ikh)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER