Sinopsis 'Miracle In Cell No. 7', Film Korea yang Diremake ke Indonesia

arm - INSERTLIVE
Selasa, 12 May 2020 20:40 WIB
Miracle in Cell No.7
Jakarta, Insertlive - -Spoiler alert!-

Film Korea Miracle In Cell No. 7 yang diadaptasi ke versi Indonesia menjadi salah satu film yang paling dinantikan tahun 2020 ini.

Deretan pemain pun sudah diumumkan, mulai dari Vino G. Bastian, Tora Sudiro, Indra Warkop, Denny Sumargo, Rigen Rakelna, Indra Jegel, Bryan Domani, Graceilla Abigail, hingga Mawar De Jongh.


Dalam versi Indonesia film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo di bawah rumah produksi Falcon Pictures. Sebagai film adaptasi Hanung mengungkapkan ada beberapa perbedaan dengan versi aslinya.


Perbedaan itu merupakan hukum dan iklim. Nah Insertizen pasti penasaran kan apa yang akan diubah? Mari simak kembali film arahan sutradara Lee Hwan Kyung ini lewat spoiler berikut ini.

Film yang meraup keuntungan sebanyak 81,8 juta dolar atau sekitar Rp.1,2 triliun ini menceritakan kisah Lee Yong Goo (Ryoo Seung Ryong), seorang ayah yang memiliki keterbelakangan mental.

Yong Goo hidup bersama anak perempuan bernama Ye Sung yang diperankan oleh Kal So Won (Ye Sung kecil). Di tengah keterbatasan ekonomi, Ye Sung mendambakan sebuah tas bergambar karakter Sailor Moon berwarna kuning.

Mereka pun selalu melewati toko yang menjual tas tersebut. Sesekali mereka mengintip dari balik kaca berharap bisa segera membeli tas tersebut.

Harapan itu mulai menemukan secercah harapan kala Yong Goo mendapatkan gaji dari bekerja sebagai tukang parkir. Ia lantas bergegas mendatangi toko tersebut untuk membelikan hadiah sang putri.

Namun, ia harus kecewa karena sesampainya di toko tas itu telah dimiliki oleh anak dari seorang komisaris polisi.

Yong Goo kemudian membujuk anak tersebut untuk menjual tas itu kepada Ye Sung. Namun, anak itu menolak dan enggan memberikannya.

Selang beberapa hari, anak komisaris polisi itu menemui Yong Goo dan memberitahu ada toko lain yang menjual tas yang sama. Mereka kemudian bergegas menuju toko tersebut.

Sayangnya, kejadian buruk terjadi. Dalam perjalanan anak perempuan itu jatuh tergelincir di salju hingga meninggal dunia.

Yong Goo lantas dituduh melakukan penculikan, kekerasan seksual, hingga pembunuhan. Ia kemudian dijebloskan ke penjara dengan nomor sel 7 yang memiliki tingkat keamanan tinggi.

Sementara sang putri, Ye Sung dikirim ke sebuah lembaga pengasuhan. Keduanya pun hidup terpisah. Kejadian-kejadian unik pun mulai terjadi.

Rekan-rekan satu sel Yong Goo membantunya untuk menyusupkan ang putri ke dalam penjara untuk melepas rindu.
Miracle in Cell No.7Miracle in Cell No.7/ Foto: twitter/Jin_bangtanboye

Beberapa tahun berlalu, Ye Sung yang sudah dewasa kemudian melakukan aksi balas dendam untuk mengungkap kebenaran. Diperankan oleh Park Shin Hye, Ye Sung mengupayakan berbagai cara untuk membuktikan sang ayah tak bersalah.

Ye Sung akhirnya berhasil membuktikan bahwa tuduhan yang selama ini didakwakan pada ayahnya adalah kesalahpahaman belaka.

Berkat alur cerita dan pendalaman para pemain film ini sukses di pasaran sejak dirilis tahun 2013 lalu.

Film Miracle in Cell No.7 ini meraih prestasi dengan mencetak rekor dengan ditonton lebih dari 12,8 juta penonton selama 46 hari penayangan.

Hal ini juga membuat film garapan Lee Hwan Kyung ini jadi film terlaris ke-7 sepanjang masa.

Sebelum diadaptasi menjadi film Indonesia, film ini pernah dibuat dalam versi Kanada, India, Turki, hingga Fillipina.

Nah, Insertizen sudah nggak sabar kan menunggu bagaimana versi Indoensianya?


[Gambas:Video Insertlive]





(arm/arm)
FOTO TERKAIT
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
detikNetwork
BACA JUGA
VIDEO
TERKAIT
POPULER