Fans Naik Pitam saat Penulis Ini Bikin Berita Kasar soal K-Pop dan SuperM
DIS |
Insertlive
Jakarta
-
Para penggemar K-Pop tengah geram setelah melihat artikel yang ditulis Stefan Stevenson pada ulasan penampilan boyband SuperM di Dickies Arena Fort Worth, Texas pada 11 November 2019 lalu.
Dalam artikel tersebut, pihak editor sudah menjelaskan bahwa bahwa artikel ini merupakan hasil ulasan penampilan SuperM pada Senin (11/11) malam lalu di Dickies Arena, Fort Worth, Texas.
Namun, tulisan tersebut dinilai seperti merendahkan dan mengejek. Penggemar pun menyoroti artikel tersebut soal tulisan yang mengacu seolah-olah seluruh anggota SuperM itu melakukan lipsync.
"Sebagian besar acara itu jelas terlihat ketika ketujuh anggota menari dengan enerjik untuk menyelaraskan tarian satu sama lain. Di sisi lain tarian yang keren, suara vokal seperti melesap. Bagaimanapun, kelompok itu melakukan pekerjaan yang sangat gagah dengan berpura-pura menyanyi," tulis Stefan pada artikelnya yang jadi kontroversi tersebut.
Tak selesai dengan artikel, Stefan rupanya berkomentar kembali di laman Twitter miliknya soal K-Pop.
"Tolong jangan bandingkan The Beatles dengan ini #KPop tak masuk akal. Terlalu jauh," cuit Stefan. "BTW, kalau kalian di umur 18 tahun (dan sangat menjiwai itu) dan kamu sangat-sangat menyukai K-Pop, ini saatnya kamu mengevaluasi pribadimu. Ini adalah hiburan untuk umur 13 tahun," tulisnya lagi.
Tweet Stefan ini semakin membuat Kpopers meradang. Mereka pun menghujat Stefan. Mereka menyebut Stefan sebagai seorang manusia sampah dan meminta agensi SuperM, SM Entertainment untuk memberinya hukuman.
"Aku tak percaya harus melihat manusia sampah #stefanstevenson," tulis salah satu penggemar. "@SMTOWNGLOBAL hukum @stefanstevensonFWST," tukas lainnya.
(dis/fik)
Loading ...
Dalam artikel tersebut, pihak editor sudah menjelaskan bahwa bahwa artikel ini merupakan hasil ulasan penampilan SuperM pada Senin (11/11) malam lalu di Dickies Arena, Fort Worth, Texas.
Advertisement
Namun, tulisan tersebut dinilai seperti merendahkan dan mengejek. Penggemar pun menyoroti artikel tersebut soal tulisan yang mengacu seolah-olah seluruh anggota SuperM itu melakukan lipsync.
"Sebagian besar acara itu jelas terlihat ketika ketujuh anggota menari dengan enerjik untuk menyelaraskan tarian satu sama lain. Di sisi lain tarian yang keren, suara vokal seperti melesap. Bagaimanapun, kelompok itu melakukan pekerjaan yang sangat gagah dengan berpura-pura menyanyi," tulis Stefan pada artikelnya yang jadi kontroversi tersebut.
Tak selesai dengan artikel, Stefan rupanya berkomentar kembali di laman Twitter miliknya soal K-Pop.
"Tolong jangan bandingkan The Beatles dengan ini #KPop tak masuk akal. Terlalu jauh," cuit Stefan. "BTW, kalau kalian di umur 18 tahun (dan sangat menjiwai itu) dan kamu sangat-sangat menyukai K-Pop, ini saatnya kamu mengevaluasi pribadimu. Ini adalah hiburan untuk umur 13 tahun," tulisnya lagi.
Tweet Stefan ini semakin membuat Kpopers meradang. Mereka pun menghujat Stefan. Mereka menyebut Stefan sebagai seorang manusia sampah dan meminta agensi SuperM, SM Entertainment untuk memberinya hukuman.
"Aku tak percaya harus melihat manusia sampah #stefanstevenson," tulis salah satu penggemar. "@SMTOWNGLOBAL hukum @stefanstevensonFWST," tukas lainnya.
(dis/fik)