Kontroversi Film Sexy Killers Karya Dandhy Laksono yang Sempat Viral
ikh |
Insertlive
Jakarta
-
Dandhy Laksono kembali jadi perbincangan hangat saat berita penangkapan dirinya mencuat. Ia dituding telah menyebarkan berita kebencian melalui aku media sosial.
Sebelumnya Dandhy juga sempat jadi sorotan saat karyanya jadi viral di masyarakat. Film Dandhy yang berjudul Sexy Killers menuai kontroversi karena keluar saat menjelang pemilihan Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu.
Namun di dalam film ini Dandhy mengungkapkan penolakan sejumlah masyarakat terhadap tambang batu bara. Penolakan itu berasal dari masyarakat yang merasa limbah batu bara telah mengganggu kesehatan.
Selain itu banyak juga pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh pembangkit listrik bertenaga batu bara. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mendapatkan udara bersih di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kemudian ada juga konflik agraria antara masyarakat dengan perusahan negara. Apa lagi banyak masyarakat yang harus tergusur dari tempat tinggal mereka karena pembangunan pusat energi listrik.
Dandhy juga menyebut sejumlah nama pejabat ternama di Indonesia yang memiliki kepentingan terhadap industri batu bara. Bahkan dua nama kandidat Presiden RI juga disebut sebagai bagian dari penguasa lahan pertambangan batu bara di Indonesia.
Tentu tak semua sepakat dengan apa yang disampaikan Dandhy di film Sexy Killers. banyak yang menilai jika film Dandhy tidak sesuai dengan fakta dan menggiring opini masyarakat.
Film itu juga dinilai sarat dengan kepentingan politis karena keluar menjelang pemilu 2019 bergulir. Namun apa daya film itu sukses menyedot perhatian 29 juta penonton di Youtube.
(ikh/ikh)
Loading ...
Sebelumnya Dandhy juga sempat jadi sorotan saat karyanya jadi viral di masyarakat. Film Dandhy yang berjudul Sexy Killers menuai kontroversi karena keluar saat menjelang pemilihan Presiden Republik Indonesia beberapa waktu lalu.
Advertisement
Namun di dalam film ini Dandhy mengungkapkan penolakan sejumlah masyarakat terhadap tambang batu bara. Penolakan itu berasal dari masyarakat yang merasa limbah batu bara telah mengganggu kesehatan.
Film Sexy Killers/ Foto: Youtube/watchdoc |
Selain itu banyak juga pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh pembangkit listrik bertenaga batu bara. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mendapatkan udara bersih di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kemudian ada juga konflik agraria antara masyarakat dengan perusahan negara. Apa lagi banyak masyarakat yang harus tergusur dari tempat tinggal mereka karena pembangunan pusat energi listrik.
Film Sexy Killers/ Foto: Youtube/watchdoc |
Dandhy juga menyebut sejumlah nama pejabat ternama di Indonesia yang memiliki kepentingan terhadap industri batu bara. Bahkan dua nama kandidat Presiden RI juga disebut sebagai bagian dari penguasa lahan pertambangan batu bara di Indonesia.
Tentu tak semua sepakat dengan apa yang disampaikan Dandhy di film Sexy Killers. banyak yang menilai jika film Dandhy tidak sesuai dengan fakta dan menggiring opini masyarakat.
Film itu juga dinilai sarat dengan kepentingan politis karena keluar menjelang pemilu 2019 bergulir. Namun apa daya film itu sukses menyedot perhatian 29 juta penonton di Youtube.
(ikh/ikh)
Film Sexy Killers/ Foto: Youtube/watchdoc
Film Sexy Killers/ Foto: Youtube/watchdoc