Perankan Wanita Muslim, Dakota Fanning Banjir Kritikan
Syafrina Syaaf |
Insertlive
Jakarta
-
Dakota Fanning mendapatkan banyak kritikan atas perannya dalam film terbaru Sweetness in the Belly.
Kritik pun membanjiri akun Twitter milik Dakota Fanning dengan komentar-komentar bernada negatif.
Salah satu respons kurang sedap datang dari seorang jurnalis olahraga, Muhammad Butt.
"Begitu banyak aktor muslim berbakat di luar sana dan mereka memilih Dakota Fanning? Dan untuk bermain sebagai orang Etopia???????? Apa tidak salah?????????" tulis Butt.
Fanning pun memberikan pembelaan lewat penjelasan yang diunggah di Insta Story akun pribadi terverifikasinya.
"Saya ingin memberikan penjelasan. Pada film baru saya, Sweetness in the Belly, saya tidak berperan sebagai wanita Etopia," tulis Fanning seperti dilansir InStyle.
Fanning mengungkapkan bahwa dirinya berperan sebagai seorang wanita Inggris yang ditinggalkan oleh orangtuanya pada usia tujuh tahun di Afrika dan dibesarkan secara muslim.
"Karakter saya Lily, melakukan perjalanan ke Etiopia dan terperangkap saat perang saudara pecah. Dia kemudian dikirim pulang ke Inggris, sebuah wilayah tempat dia berasal tapi dia tidak pernah tahu mengenai hal itu," pungkasnya.
(syf/syf)
Loading ...
Advertisement
Kritik pun membanjiri akun Twitter milik Dakota Fanning dengan komentar-komentar bernada negatif.
Salah satu respons kurang sedap datang dari seorang jurnalis olahraga, Muhammad Butt.
"Begitu banyak aktor muslim berbakat di luar sana dan mereka memilih Dakota Fanning? Dan untuk bermain sebagai orang Etopia???????? Apa tidak salah?????????" tulis Butt.
Fanning pun memberikan pembelaan lewat penjelasan yang diunggah di Insta Story akun pribadi terverifikasinya.
"Saya ingin memberikan penjelasan. Pada film baru saya, Sweetness in the Belly, saya tidak berperan sebagai wanita Etopia," tulis Fanning seperti dilansir InStyle.
Fanning mengungkapkan bahwa dirinya berperan sebagai seorang wanita Inggris yang ditinggalkan oleh orangtuanya pada usia tujuh tahun di Afrika dan dibesarkan secara muslim.
"Karakter saya Lily, melakukan perjalanan ke Etiopia dan terperangkap saat perang saudara pecah. Dia kemudian dikirim pulang ke Inggris, sebuah wilayah tempat dia berasal tapi dia tidak pernah tahu mengenai hal itu," pungkasnya.
(syf/syf)