'Dua Garis Biru' Rilis Trailer, Netizen Berharap Tak Ada Petisi Lagi
YOA |
Insertlive
Jakarta
-
Sejak perilisan official teasernya 15 April 2019 lalu, film garapan sutradara Retna Ginatri S. Noer yang bertajuk 'Dua Garis Biru' itu langsung mendapat tanggapan negatif dari para publik Tanah Air. Pasalnya, film itu dinilai sebagai karya yang dapat merusak moral bangsa.
Bahkan, sebuah organisasi Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (GaraGaraGuru) telah menggagas sebuah petisi yang ditujukan kepada Lembaga Sensor Film (LSF) agar tidak meluluskan film yang dinilai mengandung adegan tak senonoh tersebut.
Gaya pacaran mereka yang terbilang terlalu dekat membuat keduanya nekat melakukan hubungan intim di luar nikah. Hingga akhirya kehidupan keduanya hancur setelah mengetahui ternyata Dara hamil.
Namun, tanggapan netizen soal trailer film tersebut kali ini berbeda. Netizen mendukung penuh dihapusnya petisi penolakan tersebut karena menilai film ini wajib tayang sebagai seks edukasi untuk anak-anak Indonesia. Film tersebut diharapkan menjadi sebuah pembelajaran generasi muda Indonesia agar tidak melakukan hal yang merugikan tersebut.
"Lupakan semua petisi yg membuat film ini mnjd film kontroversial... biarkan film sex education ini ttp tayang di bioskop supaya anak remaja skrng tau dampak buruknya kehamilan di usia dini... koar2nya "indonesia tanpa pacaran" tp ttp ae ada anak lulusan SMP/SMA kawin duluan bukannya lanjut kerja/kuliah... semoga jd pembelajaran buat kita semua untuk saling memahami karakteristik film di indonesia," ujar akun YouTube Rendy Renaldi di kolom komentar Trailer 'Dua Garis Biru'.
(yoa/yoa)
Bahkan, sebuah organisasi Gerakan Profesionalisme Mahasiswa Keguruan Indonesia (GaraGaraGuru) telah menggagas sebuah petisi yang ditujukan kepada Lembaga Sensor Film (LSF) agar tidak meluluskan film yang dinilai mengandung adegan tak senonoh tersebut.
Advertisement
Gaya pacaran mereka yang terbilang terlalu dekat membuat keduanya nekat melakukan hubungan intim di luar nikah. Hingga akhirya kehidupan keduanya hancur setelah mengetahui ternyata Dara hamil.
Namun, tanggapan netizen soal trailer film tersebut kali ini berbeda. Netizen mendukung penuh dihapusnya petisi penolakan tersebut karena menilai film ini wajib tayang sebagai seks edukasi untuk anak-anak Indonesia. Film tersebut diharapkan menjadi sebuah pembelajaran generasi muda Indonesia agar tidak melakukan hal yang merugikan tersebut.
"Lupakan semua petisi yg membuat film ini mnjd film kontroversial... biarkan film sex education ini ttp tayang di bioskop supaya anak remaja skrng tau dampak buruknya kehamilan di usia dini... koar2nya "indonesia tanpa pacaran" tp ttp ae ada anak lulusan SMP/SMA kawin duluan bukannya lanjut kerja/kuliah... semoga jd pembelajaran buat kita semua untuk saling memahami karakteristik film di indonesia," ujar akun YouTube Rendy Renaldi di kolom komentar Trailer 'Dua Garis Biru'.
Foto: Instagram/duagarisbirufilm |
(yoa/yoa)
Foto: Instagram/duagarisbirufilm