Advertisement

Film Aladdin Terbaru Tampilkan Kesetaraan Perempuan

Insertlive
Jasmine dan Aladdin bercerita tentang rahasia di balik
Aladdin/Foto: Instagram/Disneystudios
Jakarta - Disney kembali memproduksi ulang Aladdin setelah 27 tahun berlalu dari film layar lebar terakhirnya.

Film terbaru Aladdin ini di-remake sesuai dengan konsep dan alur yang mengikuti perkembangan zaman.

Advertisement



Pada film terbaru Aladdin, perempuan digambarkan memiliki kesetaraan dalam segala hak yang tidak dapat diganggu gugat. Keberagaman etnis dan budaya yang awalnya dipandang sebelah mata diangkat dalam film ini dengan harapan dunia akan tahu bahwa perbedaan adalah suatu keindahan.


"Jasmine memiliki semua keterampilan melawan ketidakadilan dan berjuang untuk kesejahteraan rakyatnya. Ia juga memiliki jiwa kepemimpinan yang baik yang belum dimunculkan pada film animasi sebelumnya, maka, aku pikir ini suatu perkembangan yang baik ketika mengubah film animasi menjadi film live action." ujar Naomi Scott, pemeran Jasmine dalam film Aladdin.


"Film ini mewakilkan sebanyak mungkin budaya dari orang-orang yang beragam ras dan etnis, serta perempuan. Aku pikir tidak cukup jika hanya merepresentasikan satu kelompok tertentu saja, melainkan berusaha merepresentasikan semua kelompok etnik dan gender." ujar Mena Massoud, pemeran Aladdin.

Sutradara sekaligus penulis film juga menyebutkan, ia ingin membuat film live action Aladdin ini sebagai langkah aktif untuk memastikan keragaman dan peran wanita kuat yang terwakili dalam film ini.

[Gambas:Video Insertlive]

(dis/syf)
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement