'Kucumbu Tubuh Indahku' Tuai Kontroversi, Sutradara Buka Suara
Dini Astari |
Insertlive
Jakarta
-
Film Kucumbu Tubuh Indahku adalah salah satu film Indonesia yang sudah tayang sejak 18 April lalu. Film garapan sutradara kondang, Garin Nugroho ini mengangkat isu seksualitas dan budaya yang terjadi di Indonesia.
Meski baru seminggu tayang, film ini mendapat respons beragam di masyarakat. Ada yang menyambut film ini dengan antusias, namun ada pula yang justru membuat petisi untuk memboikot film ini.
"Pertisi untuk tidak menonton film "Kucumbu Tubuh Indahku" lewat ajakan medsos, tanpa proses dan ruang dialog, bahkan tanpa menonton telah diviralkan di media sosial. Peghakiman massal lewat media sosial bakal terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan," tulis Garin.
"Bagi saya, kehendak atas keadilan dan kehendak untuk hidup bersama dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan kekerasan tidak akan pernah mati dibungkam oleh apapun, baik senjata hingga anarkisme massal tanpa proses berkeadilan," lanjutnya.
Penolakan ini sangat disesalkan oleh Garin maupun penikmat film lain. Film Kucumbu Tubuh Indahku yang mengangkat tradisi Lengger itu pernah diganjar penghargaan Asia Pacific Screen Awards untuk kategori cultural diversity.
(dia/fik)
Loading ...
Meski baru seminggu tayang, film ini mendapat respons beragam di masyarakat. Ada yang menyambut film ini dengan antusias, namun ada pula yang justru membuat petisi untuk memboikot film ini.
Advertisement
Foto: Twitter/fourcoloursPernyataan Garin Nugroho |
"Pertisi untuk tidak menonton film "Kucumbu Tubuh Indahku" lewat ajakan medsos, tanpa proses dan ruang dialog, bahkan tanpa menonton telah diviralkan di media sosial. Peghakiman massal lewat media sosial bakal terjadi pada karya seni dan pikiran atas keadilan," tulis Garin.
"Bagi saya, kehendak atas keadilan dan kehendak untuk hidup bersama dalam keberagaman tanpa diskriminasi dan kekerasan tidak akan pernah mati dibungkam oleh apapun, baik senjata hingga anarkisme massal tanpa proses berkeadilan," lanjutnya.
Penolakan ini sangat disesalkan oleh Garin maupun penikmat film lain. Film Kucumbu Tubuh Indahku yang mengangkat tradisi Lengger itu pernah diganjar penghargaan Asia Pacific Screen Awards untuk kategori cultural diversity.
(dia/fik)
Foto: Twitter/fourcolours