Advertisement

Sosok Asrorun Ni'am Sholeh Disorot Usai Sebut Kurban Prabowo dari Banpres Sesuai Syariat

Insertlive | Insertlive
Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh
Sosok Asrorun Ni'am Sholeh Disorot Usai Sebut Kurban Prabowo dari Banpres Sesuai Syariat (Foto: Dok. MUI)
Jakarta -

Sosok Asrorun Ni'am Sholeh tengah menjadi sorotan usai menanggapi perdebatan publik perihal pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).

Asrorun Ni'am Sholeh selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa menyatakan kurban dengan dana Banmaspres sah secara syar'i dan punya landasan fikih kuat.

MUI merujuk pada Hadis Riwayat Imam Bukhari yang berbunyi: Seorang pemimpin atau imam justru disunahkan membeli hewan kurban melalui Baitul Mal (kas negara).

Ia menilai pengadaan sapi kurban melalui skema Banmaspres ini memiliki hakikat yang sama dengan penyaluran bantuan sosial atau bansos.

Advertisement

Sosoknya kini menyita perhatian publik. Profesor Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh adalah seorang ulama, akademisi, dan birokrat Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa dan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Asrorun Ni'am Sholeh lahir pada 31 Mei 1976 di Nganjuk, Jawa Timur. Kariernya di bidang keagamaan berbekal pendidikan yang kuat sejak bangku sekolah.

Mengutip laman Darussalam, Asrorun Niam menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Program Khusus Negeri (MAPK) 1 Jember pada 1993, sebelum lanjut kuliah di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Al-Aqidah (IAIA) Jakarta hingga 1997.

Niam kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad Ibnu Sa'ud (LIPIA) Saudi Arabia di Jakarta dan lulus pada 2001.

Tak sampai di situ, ia mengambil program Magister Agama di Fakultas Syariah dan Hukum Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, serta program Doktoral Syariah di kampus yang sama. Setelah meraih gelar doktor, Niam mendedikasikan waktunya untuk melakukan penelitian di National University of Singapore (NUS).

Niam juga memperkuat pengalamannya dengan mengikuti sejumlah program pendidikan hingga kepemimpinan, seperti Leadership Program John Hopkins University Baltimore USA, Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XX LEMHANAS RI, dan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat 1 Angkatan 44.

Pengalaman kerja Ni'am dimulai sejak ia masih duduk di bangku kuliah S-2. Di sektor pemerintahan, ia pernah bekerja sebagai Penyuluh Agama Ahli Pertama Kementerian Agama RI, lalu Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI, Bidang Hubungan Masyarakat dan Media.

Ia juga pernah menjadi anggota Tim Ahli untuk membahas UU tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada 2005 dan Koordinator Tenaga Ahli untuk Pembahasan UU tentang Perpustakaan pada 2007.

Di bidang pendidikan, ia pernah menjabat sebagai Lembaga Studi Agama dan Sosial (eLSA), Direktur Al-Nahdlah Islamic Boarding School Depok, Asisten Ahli UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2007-2008), Lektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2008-2010), dan Lektor Kepala UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2010).

Ni'am juga aktif mengajar di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2004 hingga saat ini. Ia juga menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Fikih di fakultas dan kampus tersebut sejak 2023 sampai sekarang.

Adapun organisasi yang pernah diikutinya, antara lain:

  • Ketua PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
  • Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta (1998-1999)
  • Katib Suriyah PB Nahdlatul Ulama (2015-2027)
  • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Fatwa (2020 -2025)
  • Ketua Pimpinan Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah
  • Ketua MPP ICMI Koordinasi Bidang Kepemudaan Dan Kepemimpinan
  • Ketua Komite Syari'ah Word Halal Food Council
(KHS/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement