Advertisement

Dijuluki 'Ketamine Queen', Pengedar Narkoba di Balik Kematian Matthew Perry Divonis 15 Tahun

Yogi Alfian | Insertlive
Matthew Perry Meninggal Dunia
Dijuluki 'Ketamine Queen', Pengedar Narkoba di Balik Kematian Matthew Perry Divonis 15 Tahun (Foto: Instagram: @mattyperry)
Jakarta -

Kasus kematian tragis bintang Friends, Matthew Perry, kembali menjadi sorotan. Sosok pengedar narkoba yang terlibat dalam kasus ini, Jasveen Sangha, akhirnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Perempuan yang dikenal dengan julukan "Ketamine Queen" itu terbukti menjual ketamin secara ilegal, zat yang kemudian menyebabkan kematian Matthew Perry pada 2023.

Dalam persidangan, Sangha mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan serius. Ia menghadapi lima dakwaan federal, termasuk mengelola tempat yang digunakan untuk aktivitas narkoba.

Selain itu, ia juga mengakui tiga dakwaan distribusi ketamin dan satu dakwaan distribusi ketamin yang menyebabkan kematian atau cedera serius.

Advertisement

Jaksa mengungkap bahwa Sangha telah lama menjalankan bisnis narkoba dari rumahnya di North Hollywood.

"Selama bertahun-tahun, Sangha menjalankan bisnis perdagangan narkoba skala besar dari kediamannya di North Hollywood," ungkap jaksa dalam dokumen persidangan.

Tak hanya itu, Sangha juga disebut sengaja menargetkan kalangan elite Hollywood.

"Untuk mengembangkan bisnisnya, (Sangha) memasarkan dirinya sebagai pengedar eksklusif yang melayani klien-klien Hollywood kelas atas," lanjut jaksa.

Bahkan, ia tetap menjalankan bisnisnya meski sadar akan risiko besar dari tindakannya.

"Saat (Sangha) berupaya memperluas dan mendapatkan keuntungan dari perdagangan narkoba, ia tahu dan mengabaikan bahaya besar yang ditimbulkan oleh tindakannya."

Kasus ini bermula pada Oktober 2023, ketika Sangha bersama rekannya menjual sekitar 51 botol ketamin kepada Matthew Perry melalui asisten pribadinya.

Asisten tersebut kemudian menyuntikkan setidaknya tiga dosis ketamin kepada sang aktor.

Tak lama setelah itu, pada 28 Oktober 2023, Matthew Perry ditemukan meninggal dunia di jakuzi rumahnya di Los Angeles.

Hasil autopsi yang dirilis pada 15 Desember mengungkap bahwa penyebab utama kematian adalah efek akut ketamin. Selain itu, ada faktor lain yang turut berkontribusi, seperti pengaruh obat buprenorfin, tenggelam, dan penyakit arteri koroner.

Kasus ini tidak hanya melibatkan Sangha. Beberapa pihak lain juga ikut terseret dan sudah menerima hukuman.

Salvador Plasencia mengaku bersalah atas empat dakwaan distribusi ketamin dan dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara.

Mark Chavez menerima hukuman tiga tahun masa percobaan setelah mengaku bersalah atas konspirasi distribusi ketamin.

Sementara itu, asisten pribadi Matthew Perry dan satu rekan Sangha lainnya juga telah mengaku bersalah dan masih menunggu vonis.

(yoa/and)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement