Advertisement

Pandangan Jay-Z Soal Anggapan Miliarder Tak Bermoral

Insertlive | Insertlive
Jay-Z
Pandangan Jay-Z Perihal Anggapan Bahwa Kebanyakan Miliarder Tak Bermoral / Foto: YouTube/GQ
Jakarta -

Di tengah perdebatan soal etika para miliarder, Jay-Z akhirnya angkat bicara. Rapper yang disebut sebagai musisi terkaya di dunia ini menegaskan bahwa kekayaan tidak bisa dijadikan tolok ukur moral seseorang.

Dalam wawancara bersama GQ, Jay-Z secara tegas membantah anggapan bahwa menjadi miliarder berarti tidak bermoral. Baginya, pandangan tersebut terlalu menyederhanakan realitas.

"Moralitas Anda menentukan siapa diri Anda. Moralitas Anda tidak ditentukan oleh jumlah uang. Dan jika memang demikian, berapa jumlah uang itu? Kapan itu dimulai? Jika ada batasan seperti 'semua jutawan itu jahat,' pada angka 999.000 saya baik? Tidak mungkin seperti itu. Itu tidak masuk akal," ujarnya, Senin (30/3).

Dengan kekayaan bersih yang disebut mencapai 2,8 miliar dolar AS, Jay-Z menekankan bahwa perjalanan suksesnya tidak instan. Ia mengklaim meraih semua itu dengan menghadapi berbagai rintangan.

Advertisement

"Saya meraih kesuksesan dengan cara yang sulit, terlepas dari bagaimana sistemnya dirancang. Segala sesuatunya melawan saya. Bakat saya mengatasi semua rintangan dan saya berhasil dengan cara itu," katanya.

Lebih jauh, Jay-Z melihat kekayaan justru bisa menjadi alat untuk memberi dampak positif dan tergantung bagaimana seseorang menggunakannya.

"Menurut saya itu yang terpenting-hal-hal yang Anda yakini, hal-hal yang sejalan dengan nilai-nilai Anda. Karena seseorang dengan lebih banyak uang dapat melakukan lebih banyak kebaikan. Itu adalah pilihan," lanjutnya.

Ia juga menilai kritik terhadap miliarder sering kali hanya menjadi alasan yang dibuat-buat, tanpa benar-benar menyentuh akar masalah sistem yang ada.

"Saya harus memberi Anda jawaban jujur: Tidak ada ketegangan. Saya tidak peduli apa yang Anda katakan. Anda bisa percaya apa pun yang ingin Anda percayai. Orang-orang berperilaku sesuai keinginan mereka-bukan soal jumlah uang," tegasnya.

Di sisi lain, pandangan berbeda sempat disuarakan oleh Billie Eilish. Ia secara terbuka mempertanyakan moralitas para miliarder dan mendorong mereka untuk menggunakan kekayaan demi membantu lebih banyak orang.

Tak hanya itu, Jay-Z juga menyinggung fenomena perseteruan di industri musik, termasuk konflik antara Kendrick Lamar dan Drake. Ia menilai rivalitas yang kini berkembang di era media sosial sudah melewati batas.

"Sekarang, orang-orang yang menyukai Kendrick membenci Drake, apa pun yang dia buat. Itu seperti serangan terhadap karakternya. Saya tidak tahu apakah saya menyukai itu," ujarnya.

Bagi Jay-Z, perdebatan-baik soal kekayaan maupun rivalitas musik-seharusnya tidak mengarah pada perpecahan. Ia justru melihat kolaborasi sebagai jalan yang lebih sehat bagi industri.

Di tengah pro dan kontra, satu hal yang ia garis bawahi yakni moralitas tetap soal pilihan individu, bukan angka dalam rekening.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive