Advertisement

Kisah Kelam Mariah Carey Hampir Jual Hak Cipta Lagunya Seharga Rp78 Juta

Insertlive | Insertlive
Mariah Carey Liburan di Aspen.
Kisah Kelam Mariah Carey Hampir Jual Hak Cipta Lagunya Seharga Rp78 Juta / Foto: Instagram/@mariahcarey
Jakarta -

Siapa sangka, ada cerita kelam yang tersembunyi di balik kesuksesan Mariah Carey di industri musik dunia.

Sang diva mengungkapkan bagaimana satu keputusan fatal, nyaris saja mengakhiri masa depan finansialnya.

Mariah mengaku pernah nyaris menjual seluruh hak atas karya musik dan katalog penerbitannya.

Kala itu, banyak lagu Mariah yang kurang mendapatkan tempat di hati para pecinta musik dunia.

Advertisement

Kondisi tersebut membuat Mariah jadi tak bisa mendapatkan cuan dari lagu-lagunya.

Pelantun All I Want for Christmas Is You ini lantas memutuskan menjualnya dengan harga US$5 ribu atau Rp78 juta saja.

Namun, keyakinan dan keteguhan hati untuk terus bernyanyi, membuat Mariah mengurungkan kembali niatnya tersebut.

Perjuangan Mariah pun akhirnya membuahkan hasil yang positif ketika kariernya perlahan mulai bersinar terang.

Mariah membagikan kisah itu saat momen perkenalan Jody Gerson, Chairman dan CEO Universal Music Publishing Group (UMPG), yang dinobatkan sebagai Executive of the Decade.

"Saya hanya berpikir, jika saya memiliki seseorang seperti Jody di sana untuk melindungi saya, hal itu tidak akan pernah melangkah sejauh itu (hampir menjual aset)," ujar Mariah Carey, mengutip dari Billboard, Minggu (1/2).

Mariah merasa tenang, karena bisa mempercayakan karya-karyanya untuk dikelola orang hebat seperti Jody.

Di lain hal, lagu Natal ikonik Mariah berjudul All I Want for Christmas Is You memecahkan rekor baru.

Dalam laporan dari Billboard, lagu All I Want for Christmas Is You ada di peringkat pertama Billboard Hot 100 untuk minggu ke-21.

Lagu itu juga mengamankan rekor penting lainnya yaitu dengan mencatatkan minggu ke-78 di Hot 100, mengalahkan lagu Levitating yang dinyanyikan Dua Lipa sebagai lagu dari penyanyi perempuan yang paling lama ada di tangga lagu sepanjang sejarah.

Forbes mencatat All I Want for Christmas Is You telah menghasilkan royalti sekitar Rp1 triliun sejak dirilis pada 1994 silam.

Angka itu pun diperkirakan akan terus bertambah tiap tahunnya. Terlebih pada 13 Desember lalu, All I Want for Christmas Is You sudah didengarkan 2 miliar kali di Spotify.

"Ini luar biasa sekali, saya sangat bersyukur kepada semua pendengar Spotify di seluruh dunia yang telah menjadikan lagu ini bagian dari tradisi liburan mereka setiap tahun," kata Mariah Carey dalam laporan dari People.

Menurut perhitungan The Economist, Mariah diperkirakan mendapatkan keuntungan royalti sebesar Rp41,8 miliar hingga Rp50 miliar per tahunnya. Lagu ini menjadi ikonik di tiap momen Natal tiba.

All I Want for Christmas Is You masuk ke dalam album keempat Mariah Carey, Merry Christmas.

Setelah tiga dekade dirilis, lagu ini masih diminati dan menjadi salah satu lagu wajib diputar menjelang momen Natal.

Spotify mencatat All I Want for Christmas Is You semakin diminati sebesar 120% secara global sejak 2019 dan menjadikannya sebagai lagu liburan yang paling banyak diputar sepanjang masa.

(ikh/and)

Komentar

!nsertlive

Advertisement