Ustaz Solmed Perdana Jalani Ramadan tanpa Anak Kembarnya, Merasa Kesepian
Ustaz Solded mengaku merasa kesepian setelah kedua anak kembarnya, Aqil Mahmoed Sibawaih dan Mahier Mahmoed Syairozi pergi mondok ke Malang.
Terlebih di momen bulan Ramadan ini, Ustaz Solmed mengaku merasa rindu dan kesepian karena untuk pertama kalinya tidak melaluinya bersama dengan anak-anak.
"Aqil dan Mahier yang kembar, umur 7 tahun kita pesantrenin. Ini bulan pertama di Ramadan kita tidak puasa bareng, sahur bareng, buka puasa bareng," kata Ustaz Solmed kepada InsertLive saat ditemui di Studio Trans TV, Jumat (20/2).
Meskipun kini hidup berjauhan, ustaz Solmed mengaku masih mendapatkan kabar anak-anaknya dari ustaz yang membimbing si kembar.
"Anak-anak di pesantren, kami di Jakarta, tapi Insya Allah pantauannya di-update," sambungnya.
Selama 7 tahun menjalani banyak kegiatan bersama, Ustaz Solmed tidak memungkiri bahwa dirinya merasa kehilangan momen bersama anak-anaknya.
Namun, ia kembali mengingat tujuan si kembar ke pesantren adalah untuk menuntut ilmu agama. Oleh sebab itu, Ustaz Solmed pun harus beradaptasi harus berjauhan dengan anak-anaknya.
"Kesepian pasti karena beberapa tahun keberadaan anak selalu bersama dengan kita, tapi beberapa bulan ini setelah anak masuk pesantren perasaan itu harus diadaptasi lagi," tambahnya.
Ustaz Solmed/ Foto: InsertLive |
Berbeda dengan Ustaz Solmed, April Jasmine selalu menyempatkan waktu untuk melepaskan rindu dengan kedua anaknya itu. Ia kerap berkunjung ke Malang.
"April orang yang paling sering ke Malang buat nengokin anak kalau pas lagi nyantai. Sebulan bisa dua kali, paling minim satu kalilah," katanya.
Namun, Ustaz Solmed memilih untuk tidak sering-sering bertemu dengan si kembar karena dirinya yang melankolis.
"Kalau saya malah jarang, karena saya orangnya gampang nangis. Jadi lebih baik saya nggak ketemu daripada pas ketemu keingetan terus," tegasnya.
(arm/arm)
Ustaz Solmed/ Foto: InsertLive