Pola Pikir yang Bikin Onad Terjerumus Narkoba: Salah Banget!
Onadio Leonardo alias Onad membeberkan pola pikir yang membuatnya terjerumus narkoba. Onad ditangkap polisi atas penyalahgunaan narkoba pada 30 Oktober 2025. Atas kasus tersebut, Onad menjalani rehabilitasi selama tiga bulan dan berakhir pada Januari 2026.
Setelah menyelesaikan masa rehabilitasi, Onad mengungkapkan penyesalannya. Ia menyadari pola pikirnya selama ini tentang narkoba adalah sebuah kesalahan besar.
Onad sempat berpikir bahwa menggunakan narkoba sesekali adalah hal yang wajar. Ia juga menganggap penyalahgunaan narkoba tidak akan merugikan orang lain.
"Gue punya pola pikir yang salah. Menurut gue, nyimeng (konsumsi ganja) sesekali itu nggak apa-apa. Misalnya, lu nyimeng enam bulan sekali, tiga bulan sekali. Di otak gue yang bodoh ini, it's okay," kata Onad dalam YouTube Deddy Corbuzier.
"Gue suka menganalogikan kayak pakai seatbelt deh. Di otak gue yang aneh ini, ya elah cuma nyimeng doang, ya elah dua bulan nyimeng, emang kenapa? Kayak orang pakai seatbelt kan urusan masing-masing, yang rugi gue (kalau nggak pakai)," lanjutnya.
Onad kini menyadari pemikirannya salah total. Meski tidak secara langsung merugikan orang lain, Onad kini mengerti mengonsumsi narkoba telah menyalahi aturan yang berlaku di Indonesia.
"Ternyata gue salah, datanglah saat itu, elo breaking the law, menyalahi hukum. Itu!" ujarnya.
"Gue selalu berargumen, memang kenapa sih? Orang nggak pakai seatbelt juga bodo amat, yang rugi juga dia. Eh, ternyata nggak worth it ya kalau ketangkap," imbuhnya.
Onad kemudian secara tersirat mengungkapkan alasannya menggunakan narkoba, yaitu sebagai pelarian dari stres dan masalah. Namun, kini ia menyadari bahwa itu adalah kesalahan besar.
"As a man, kita kan pasti punya problem dong. Di otak gua, untuk nyegerin mental gue, yang gue tahu dari zaman SMP adalah cimeng (ganja), gue nggak tahu apa-apa lagi. Itu adalah kebodohan gue, salah banget!" pungkasnya.
(KHS/KHS)