Polisi Bongkar Rekaman CCTV, Ungkap Aktivitas Lula Lahfah Sebelum Meninggal
Tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan penyelidikan terkait kematian Lula Lahfah. Untuk menguak penyebab meninggalnya Lula Lahfah yang memicu beragam asumsi publik, penyidik pun mulai memeriksa beberapa barang bukti, termasuk rekaman CCTV.
Dalam jumpa pers yang digelar hari ini, Jumat (30/1) di Polres Metro Jakarta Selatan, polisi membeberkan kronologi lengkap aktivitas Lula Lahfah sebelum ditemukan terbujur kaku di unit apartemennya. Berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV yang dikumpulkan penyidik, sehari sebelum kejadian, Lula Lahfah sempat bepergian ke sebuah kafe bersama rekannya, VA. Pada momen tersebut, tak ditemukan adanya kejanggalan.
"Akhirnya kita menemukan di suatu kafe di wilayah Jakarta Selatan juga di Jalan Gunawarman. Saudari LL yang di dalam lingkaran merah ini terlihat masih bersama orang yang sama yaitu saksi saudari VA," ucap AKBP Iskandarsyah dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1).
Sepulangnya dari kafe, Lula Lahfah sempat berobat ke salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Dari rumah sakit, terlihat Lula langsung pulang ke apartemennya.
Keesokan harinya, dari rekaman CCTV di apartemen, terlihat asisten rumah tangga Lula tampak curiga lantaran kekasih Reza Arap itu tak kunjung keluar dari kamar, untuk berolahraga pagi seperti aktivitas rutinnya.
Asisten rumah tangga Lula pun akhirnya meminta bantuan pihak keamanan apartemen untuk membuka pintu kamar yang dikunci dari dalam itu secara paksa.
"Berdasarkan keterangan dari saksi bahwa kunci kamar dari unit yang ditempati oleh saudari LL ini terkunci dari dalam. Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku," jelas AKBP Iskandarsyah.
Setelah menemukan Lula Lahfah yang sudah terbujur kaku, polisi langsung membawa jenazah selebgram tersebut ke RS Fatmawati untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui Lula Lahfah meninggal dunia akibat kehabisan napas, bukan karena adanya tindakan penganiayaan.
"Keterangan dari Rumah Sakit Fatmawati bahwa kondisi saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan," pungkasnya..
(kpr/kpr)