Polisi Ungkap soal Bercak Darah di Sprai Kamar Lula Lahfah
Polisi dengan sigap melakukan penyelidikan terkait kasus kematian Lula Lahfah, yang menuai beragam asumsi publik. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menemukan beberapa barang bukti di kamar apartemen Lula Lahfah, salah satunya, bercak darah di sprai dan bekas tisu serta kapas.
Tim Puslabfor Mabes Polri pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap bercak darah yang ditemukan di lokasi ditemukannya jenazah Lula Lahfah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bercak darah di sprai tersebut sudah lama. Diduga darah tersebut berasal dari Lula Lahfah yang belum lama datang bulan.
"Untuk darah yang ada di seprai dan tisu itu, itu kemungkinan darah sudah lama. Jadi kemungkinan saudari LL ini dia datang bulan atau menstruasi," ungkap Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri Kompol Irfan Rofiq, dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1).
Hal tersebut berdasarkan kondisi darah yang sudah mengering dan tidak menunjukkan berasal dari luka baru.
"Jadi itu kemungkinan darah menstruasi karena kalau kita lihat itu darah-darah sudah lama, bukan darah baru. Demikian," jelasnya.
Maka dari itu, polisi menegaskan bahwa Lula Lahfah meninggal dunia bukan karena adanya tindakan penganiayaan, melainkan kehabisan napas.
"Sudah cukup bahwa tidak ditemukan ada peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan di sini terkait penemuan jenazah dari Saudari LL," ucap AKBP Iskandarsyah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dalam jumpa pers pada Jumat (30/1).
(kpr/kpr)