Nicki Minaj Berbalik Arah, Terang-Terangan Dukung Trump dan Pamer Gold Card
Rapper terkenal Nicki Minaj mengejutkan publik setelah tiba-tiba menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump. Sikap ini langsung jadi sorotan karena sebelumnya Minaj dikenal sering mengkritik Trump, terutama soal kebijakan imigrasi.
Mengutip BBC, dukungan itu disampaikan Nicki Minaj dalam acara Trump Accounts Summit di Washington D.C., Rabu (28/1). Di acara tersebut, ia mengaku sebagai penggemar berat Trump dan bahkan memamerkan Trump Gold Card miliknya.
Trump kemudian memanggil Minaj ke atas panggung. Keduanya terlihat bergandengan tangan di depan podium, yang langsung menjadi perhatian publik.
Perubahan sikap ini terbilang besar. Pasalnya, Nicki Minaj sebelumnya kerap bersuara keras menentang kebijakan imigrasi Trump.
"Saya adalah penggemar nomor satu Presiden, dan dukungan itu tidak akan berubah," ujar Minaj di atas panggung.
Ia juga mengatakan bahwa kritik dan kebencian yang diterimanya justru membuatnya semakin yakin mendukung Trump.
Tak lama setelah acara, pelantun Super Bass itu mengunggah foto gold card visa di akun X miliknya.
"Saya sedang menyelesaikan berkas kewarganegaraan, berkat Presiden saya yang luar biasa, ramah, dan menawan. Trump gold card gratis," tulisnya.
Trump Gold Card sendiri diluncurkan pada Desember lalu. Program ini menjadi jalur cepat bagi imigran kaya untuk mendapatkan izin tinggal dan proses menuju kewarganegaraan AS. Pemegang kartu harus membayar US$ 1 juta (sekitar Rp 16,7 miliar) serta biaya administrasi US$ 15.000 (sekitar Rp 252 juta).
Program ini menuai kritik karena muncul di tengah langkah keras pemerintah terhadap imigran ilegal.
Meski banyak yang menentang, Nicki Minaj menegaskan dirinya tidak terpengaruh oleh kampanye negatif. Ia bahkan sempat membuat video TikTok bersama Trump, dan menyebut sang presiden sebagai favoritnya sepanjang masa.
Padahal, pada 2018 lalu, Minaj pernah membagikan kisah pribadinya sebagai imigran. Ia mengaku datang ke AS dari Trinidad secara ilegal saat berusia lima tahun, sambil mengkritik kebijakan pemisahan keluarga pemerintah.
"Saya tidak bisa membayangkan kengerian berada di tempat asing dan orang tua saya dipisahkan dari saya pada usia lima tahun. Ini sangat menakutkan bagi saya. Tolong hentikan ini," tulis Minaj kala itu.
"Bisakah Anda mencoba membayangkan teror dan kepanikan yang dirasakan anak-anak ini sekarang? Tidak tahu apakah orang tua mereka masih hidup atau sudah meninggal, apakah mereka akan pernah melihat mereka lagi."
Kini, visa emas tersebut memberi Minaj hak tinggal tanpa batas di AS. Namun, berdasarkan perjanjian itu, ia belum resmi menjadi warga negara AS.
Nicki Minaj Tuai Kritik
Dukungan Nicki Minaj terhadap Trump langsung menuai kecaman dari sebagian penggemarnya di media sosial. Di sisi lain, banyak musisi AS justru masih lantang mengkritik kebijakan imigrasi Trump.
Bruce Springsteen merilis lagu berjudul Streets Of Minneapolis yang menentang ICE (Imigration and Customs Enforcement). Lagu itu didedikasikan untuk mengenang Alex Pretti dan Renee Nicole Good, yang tewas ditembak agen imigrasi.
"Lagu ini didedikasikan untuk warga Minneapolis, tetangga imigran kita yang tidak bersalah dan untuk mengenang Alex Pretti dan Renee Good."
Sejumlah musisi lain seperti Billie Eilish, Olivia Rodrigo, dan Ariana Grande juga ikut bersuara.
Billie Eilish mengkritik penggerebekan ICE di kota kelahirannya, Los Angeles. Sementara itu, Ariana Grande membagikan unggahan Wali Kota New York Zohran Mamdani yang menyerukan pembubaran ICE.
"ICE meneror kota-kota kita. ICE membahayakan kita semua. Hapus ICE," bunyi pesan tersebut.
Sikap Nicki Minaj ini pun terus memicu perdebatan, baik di kalangan penggemar maupun di dunia hiburan Amerika.
(yoa/yoa)