Profil Ryan Kyoto, Musisi Senior yang Karyanya Dinyanyakan Chrisye hingga Reza Artamevia
Ryan Kyoto, musisi senior dan pencipta lagu legendaris Tanah Air, meninggal dunia pada Rabu (28/1). Pemilik nama lengkap Risni Ryan itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Deretan musisi Tanah Air, termasuk Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) telah mengonfirmasi kepergian Ryan Kyoto. Melalui media sosial, mereka menyampaikan ungkapan duka.
Profil Ryan Kyoto
Rini Ryan alias Ryan Kyoto adalah seorang musisi, penyanyi, dan pencipta lagu legendaris Indonesia yang sangat populer pada era 1980-an hingga 1990-an.
Ia dikenal sebagai penulis lagu yang telah menciptakan ratusan karya, termasuk lagu-lagu yang dibawakan oleh penyanyi papan atas Indonesia.
Ryan awalnya meniti karier sebagai penyanyi sebelum terkenal sebagai pencipta lagu andalan para penyanyi ternama. Ia debut dengan lagu Gelisah pada 1985. Kala itu, ia membentuk duo 2R bersama saudaranya, Richard Kyoto. Salah satu lagu terkenal dari 2R adalah Terminal Cinta.
Ia menjadi sosok penting di industri musik karena karyanya serta pandangannya yang kritis mengenai dinamika royalti. Ia juga masih aktif mengikuti perkembangan musik di era digital.
Beberapa karya monumentalnya, antara lagi Sendiri Lagi yang dinyanyikan oleh Chrisye hingga diaransemen ulang oleh NOAH. Lalu ada Cinta Kita yang dibawakan oleh Reza Artamevia, dan Pasrah yang hits setelah dibawakan penyanyi Ermy Kullit.
(KHS/fik)