7 Keutamaan Meninggal Dunia di Hari Jumat dalam Islam
7 Keutamaan Meninggal Dunia di Hari Jumat dalam Islam
Duka masih dirasakan atas kepergian selebgram Lula Lahfah. Lula ditemukan tidak bernyawa di apartemen di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Jumat (23/1). Sebelum ditemukan, Lula disebut sempat merintih kesakitan dari dalam kamarnya sekitar pukul 02.00 WIB.
Kepergian Lula pun menjadi perhatian lantaran ia meninggal dunia pada hari Jumat, hari yang penuh berkah dan bermanfaat dalam satu minggu di dalam Islam. Lalu apa keutamaan dari umat Muslim yang meninggal dunia di hari Jumat? Simak beritanya di bawah.
Terlindungi dari Fitnah (Siksaan) Kubur
Rasulullah SAW pernah bersabda: "Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah kubur." (HR. Tirmidzi No. 1074 dan Ahmad No. 169-176).
Imam Al-Munawi menjelaskan fitnah kubur adalah pertanyaan dan siksa yang dialami oleh ruh manusia setelah kematiannya. Seseorang yang meninggal di hari Jumat mendapatkan perlindungan khusus dari Allah karena menjadi waktu turunnya rahmat dan ampunan.
Terhindar dari Azab
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya kematian pada hari Jumat atau malamnya menjadi pelindung dari azab kubur." (HR. Ahmad)
Imam Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirah menuliskan barang siapa yang meninggal dunia di hari Jumat maka ia akan selamat dari kesempitan dan kegelapan kubur. Allah melimpahkan cahaya dan rahmat di bumi.
Wafat di Hari yang Dikelilingi Malaikat
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya malaikat berdiri di pintu masjid pada hari Jumat, mencatat siapa yang datang lebih dahulu hingga imam keluar, lalu mereka melipat catatan itu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Al-Nawawi menjelaskan banyak malaikat turun di hari Jumat. Maka mereka yang meninggal dunia pada hari Jumat berpulang dengan kondisi dikelilingi oleh malaikat. Jumat juga menjadi hari turunnya malaikat rahmat dan naiknya amal manusia.
Masuk Surga
Mufti of Federal Territory Office Malaysia menyebut ada beberapa keutamaan bagi umat Muslim yang meninggal dunia di hari Jumat. Salah satunya adalah masuk ke dalam surga.
Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:
خَيرُ يومٍ طَلَعتْ عليه الشمسُ يومَ الجُمُعةِ ، فيه خُلِقَ آدمُ ، وفِيه أُدْخِلَ الجنةَ ، وفيه أُخْرِجَ مِنها ، ولا تَقومُ الساعةُ إِلَّا في يومِ الجُمعةِ
Artinya:
"Hari terbaik di mana matahari telah terbit adalah hari Jumat; di atasnya Adam diciptakan. di atasnya dia dimasukkan ke surga, di atasnya dia dikeluarkan darinya. Dan jam terakhir akan terjadi pada hari lain selain hari Jumat."
Hari Pengampunan
Rasulullah SAW bersabda: "Pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah ketika itu, melainkan Allah akan mengabulkan doanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jumat menjadi hari penuh rahmat sehingga wafat pada hari ini berarti meninggal dalam kondisi penuh ampunan. Jumat juga menjadi momen penghapus dosa bagi mereka yang beristigfar sehingga siapapun yang meninggal di hari itu ruhnya keluar di waktu yang suci serta dilimpahkan rahmat.
Dikumpulkan Bersama Orang Saleh
Ulama Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Zād al-Ma'ād menuliskan Jumat adalah hari kebangkitan karena hari itu kiamat akan terjadi. Barang siapa yang meninggal di hari itu maka seakan-akan ia dipanggil dalam waktu yang sama ketika orang-orang saleh kelak akan dikumpulkan di padang mahsyar.
Sehingga kematian di hari Jumat menjadi tanda seorang Muslim akan dikumpulkan dalam golongan orang-orang beriman yang mendapat naungan Allah SWT di akhirat.
(agn/fik)