Advertisement

Kristen Stewart Pilih Berkarya di Eropa, Akui Tak Lagi Bebas di Amerika

Yogi Alfian | Insertlive
Kristen Stewart saat tampil sebagai Putri Diana
Kristen Stewart Pilih Berkarya di Eropa, Akui Tak Lagi Bebas di Amerika (Foto: Dok. Ist)
Jakarta -

Aktris Hollywood Kristen Stewart mengungkapkan alasannya memilih bekerja dan berkarya di luar Amerika Serikat. Ia merasa kebebasan kreatifnya semakin terbatas di negaranya sendiri, terutama setelah berbagai kebijakan dan pernyataan Presiden Donald Trump yang menurutnya mengancam industri film.

Stewart mengaku situasi politik di Amerika saat ini membuatnya sulit menggarap proyek film secara mandiri dan leluasa. Hal itu ia sampaikan saat membahas debut penyutradaraannya berjudul The Chronology of Water, yang seluruh proses produksinya dilakukan di Latvia.

"Tidak mungkin membuat film ini di Amerika Serikat," ujar Kristen Stewart dalam wawancara dengan The Sunday Times.

Ia bahkan menyebut iklim kreatif di bawah pemerintahan Trump sebagai sesuatu yang 'mengerikan'.

Advertisement

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang gerak pekerja film semakin sempit.

"Saya tidak bisa bekerja bebas di sana," lanjut Stewart.

Meski begitu, ia menegaskan tidak sepenuhnya meninggalkan Amerika Serikat. Stewart masih ingin karyanya tetap dinikmati penonton di kampung halamannya.

"Saya ingin membuat film di Eropa dan kemudian menayangkannya untuk penonton Amerika," jelasnya.

Konflik Lama dengan Donald Trump

Ketegangan antara Kristen Stewart dan Donald Trump sebenarnya bukan hal baru. Konflik itu bermula pada 2012, saat Trump yang kala itu belum menjadi presiden mengunggah sejumlah cuitan kontroversial tentang hubungan Stewart dengan Robert Pattinson.

Lebih dari satu dekade kemudian, Stewart kembali menyinggung cuitan tersebut. Pada 2025, ia menyebut pernyataan Trump di masa lalu sebagai bentuk penghinaan dan pencemaran nama baik, bahkan menyebut Trump dengan istilah yang cukup keras.

Tarif Film dan Kekhawatiran Dunia Perfilman

Situasi makin memanas ketika Trump mengusulkan rencana tarif hingga 100 persen untuk film-film Amerika yang diproduksi di luar negeri. Trump menilai industri film AS telah 'dicuri' oleh negara lain. Meski menuai banyak kritik, usulan tersebut belum menjadi kebijakan resmi.

Namun, Stewart memilih tidak menunggu keadaan memburuk. Ia kini mulai serius membangun jalur karier sebagai sutradara dengan basis produksi di Eropa, sambil tetap berharap film-filmnya bisa sampai ke penonton Amerika.

Keputusan ini menjadi langkah besar bagi Kristen Stewart, yang kini ingin berkarya di tempat yang memberinya ruang lebih luas untuk berekspresi secara kreatif.

(yoa/and)

Komentar

!nsertlive

Advertisement