Advertisement

Viral Pohon Tabebuya Menangis di Malang, Sempat Ditebang karena...

Insertlive | Insertlive
Pohon Tabebuya
Viral Pohon Tabebuya Menangis di Malang, Sempat Ditebang karena Rimbun / Foto: (Bekti Yusti/d'Traveler)
Jakarta -

Pohon Tabebuya atau yang biasa dikenal Pohon terompet emas merupakan tanaman jenis pohon besar yang berasal dari negara Brasil.

Banyak orang yang sering mengira Tabebuya sebagai tanaman Sakura karena bentuk bunga yang cukup mirip.

Di lain hal, warga di kawasan Kepanjen, Malang, belum lama ini heboh lantaran ada satu pohon Tabebuya yang mengeluarkan air dari bagian ranting.

Warga sekitar lantas merasa bahwa pohon Tabebuya yang mengeluarkan air itu terlihat seperti sedang menangis.

Advertisement

Pohon Tabebuya yang disebut seperti menangis itu tepatnya berada di perempatan Sembujo dekat SMP NU Sunan Kalijogo, Desa Sukoharjo, Kepanjen, Malang.

Awalnya, Purwanto seorang pemilik toko yang berada di dekat kawasan tersebut melihat pohon Tabebuya itu mulai mengeluarkan air pada Sabtu (21/10) sekitar pukul 18.00 WIB petang.

"Jadi saya pas itu duduk di depan toko. Kebetulan pohon itu kena cahaya lampu. Saat itu saya lihat batangnya nyemprot air kayak spray (alat semprot)," cerita Purwanto yang dilansir dari DetikJatim pada Senin (23/10).

Pohon Tabebuya menangisPohon Tabebuya menangis di Malang/ Foto: Detik Jatim

Purwanto lantas mengamati pohon Tabebuya tersebut dari jarak yang lebih dekat. Pohon itu ternyata mengeluarkan air melalui batang secara bergantian.

Tak hanya itu, Purwanto pun mengaku heran karena melihat area tanah di sekitar pohon yang ternyata sama-sekali tidak basah.

"Nyemprotnya itu gantian dari batang itu. Tapi anehnya tanah di bawah tidak basah. Keluar air ini baru pertama kali saya lihat sejak pohon ini ada. Di situ juga ada pohon lain, yang keluar air cuma satu itu," kata Purwanto.

Tentu saja, fenomena pohon Tabebuya yang mengeluarkan air dan terlihat seperti menangis itu langsung mengundang perhatian dari warga sekitar dan yang melintas.

Bahkan, keramaian tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar pohon tersebut jadi macet.

"Di sini ramai orang penuh mulai Magrib sampai jam 1 an. Motor parkir di pinggir jalan itu penuh sampai jalan macet. Ada polisi yang datang dikira ada kecelakaan padahal warga lihat pohon," ujar Purwanto.

Purwanto lanjut bercerita bahwa sebelumnya pohon tersebut sempat dipangkas karena terlalu rimbun dan mengganggu kabel listrik.

"Kalau tidak salah waktu itu dipangkas karena mengganggu kabel listrik. Kalau sebelum dipangkas itu terlihat rimbun dan besar," tutup Purwanto.

(ikh/fik)
Loading ...
Loading ...

Komentar

!nsertlive

Advertisement