Brand Hijab Sebut Pakaian Terbuka Penyebab Pelecehan, Ini Kata Komnas Perempuan

Insertlive | Insertlive
Kamis, 12 Jan 2023 08:30 WIB
Woman in hijab standing on the beach looking at horizon Foto: iStock
Jakarta, Insertlive -

Jenama hijab dan busana Muslim, Rabbani menuai kontroversi setelah mengunggah kalimat iklan yang menyinggung pelecehan seksual.

Dalam unggahannya, Rabbani menyebutkan bahwa pakaian terbuka dapat menjadi penyebab seorang wanita menjadi korban pelecehan seksual.

"Ketika perempuan berpakaian serba minim, jika terjadi pelecehan, siapakah yang salah?," bunyi iklan Rabbani.


"Posisi wanita tidak salah jika dilihat dari sudut wanita karena setiap wanita berhak menggunakan pakaian apapun, jadi laki-lakinya aja yang mesum," lanjutnya

Selain itu, mereka menyebutkan bahwa pria memandang wanita yang berpakaian terbuka adalah wanita yang bodoh dan dapat mengundang seorang pria berpikiran buruk.

"Namun, jika dilihat dari sudut pandang pria, wanita yang berpakaian terbuka itu bodoh," katanya.

"Tidak berlaku untuk sebaliknya, wanita sehendaknya menggunakan pakaian tertutup. Tidak memberikan kesempatan untuk pria yang berpikiran jorok. Pria seharusnya menjaga dan meminimalisir pandangan yang mengundang syahwat. Pria yang salah atau wanitanya yang bodoh?," tutupnya.

[Gambas:Instagram]



Kalimat iklan tersebut sontak saja menuai kritik dan kecaman dari warganet.

Direktur Marketing Rabbani, Ridwanul Karim kemudian memberikan klarifikasi bahwa iklan tersebut merupakan konten edukasi.

Ridwanul Karim juga membeberkan klarifikasinya dalam YouTube Kasisolusi. Ia membawa-bawa data statistik dari Komnas Perempuan sebagai pembelaan.

Ia berujar bahwa menurut data Komnas Perempuan pakaian terbuka menjadi salah satu penyebab pelecehan seksual.

Namun, Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi mengatakan bahwa Komnas Perempuan tidak pernah menyebut pakaian perempuan yang terbuka menjadi pemicu terjadinya kekerasan seksual.

"Berkali-kali narasumber dan host menyebutkan nama 'Komnas Perempuan' sebagai rujukan data yang dibahas, termasuk menyebutkan faktor-faktor terjadinya kekerasan, termasuk cara berpakaian perempuan," kata Siti Aminah Tardi, mengutip dari Wolipop.

"Berdasarkan pengaduan yang datang langsung ke Komnas Perempuan, pakaian perempuan tidak signifikan sebagai penyebab kekerasan seksual, semua dapat terjadi pada perempuan berpakaian terbuka hingga pakaian yang tertutup," lanjutnya.

Selanjutnya, Siti berujar bahwa kalimat yang Rabbani gunakan merupakan tindakan misoginis.

Ia menyarankan agar Rabbani segera menarik kembali iklan tersebut dan meminta maaf atas penyebaran informasi yang tidak tepat.

"Pernyataan dalam iklan Rabbani merupakan tindakan misoginis dan melekatkan stigma bahwa perempuan adalah penyebab terjadinya kekerasan seksual," ujarnya.

"Rabbani dan Kasisolusi agar menarik iklan tersebut dan meminta maaf atas kesengajaan termasuk penyebutan menyesatkan pemirsa seolah informasi iklan tersebut berasal dari 'data Komnas Perempuan'," pungkasnya.

(KHS/KHS)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER