Viral Video Ayah Siksa Anak, Pelaku Diduga Eks Petinggi Perusahaan Ternama

InsertLive | Insertlive
Selasa, 20 Dec 2022 20:45 WIB
Ilustrasi Viral
Jakarta, Insertlive -

Ranah media sosial tengah ramai dengan beredarnya video yang memperlihatkan kekerasan pada anak di bawah umur.

Pelaku terduga seorang laki-laki yang disebut-sebut memiliki jabatan penting pada salah satu perusahaan unicorn ternama di Indonesia.

Melihat video yang viral dari akun Instagram @ikeyyuuuu, tampak seorang laki-laki melakukan kekerasan dalam rumah tangga pada istri dan anaknya.


Berdasarkan keterangan yang beredar pelaku pemukulan adalah ayahnya sendiri.

Hal itu juga dibuktikan dengan pengakuan sang anak yang menjadi korban bahwa sang pelaku adalah ayahnya sendiri.

"Bukti sangat banyak yang kami sudah Lampirkan, begitupun Saksi sudah kami hadirkan. Namun kenapa 4 Bulan masih belum ada Keadilan yang kami dapatkan," tulis akun tersebut.

"Bolak balik lelahnya kami terus ke P2tp2a sesuai arahan Penyidik. Apa tidak dipikir kan kondisi Psikist kami?," sambung akun tersebut.

Di akhir video sang istri memperlihatkan surat laporan pada suaminya.

Tampak nama pelaku yang tertera adalah Rajen Indrajana Sofiandi.

Diduga bahwa pelaku memiliki jabatan tinggi dalam perusahaan OVO.

Sementara dalam linkedin, sang pria terduga pelaku itu juga pernah bekerja di Barclays hingga TrueMoney.

Pernyataan OVO atas kasus viral pemukulan seorang pria terduga karyawannya yang ramai dibicarakan di media sosial.Pernyataan OVO atas kasus viral pemukulan seorang pria terduga karyawannya yang ramai dibicarakan di media sosial./ Foto: Instagram.com

Pihak OVO sendiri telah memberikan pernyataan bahwa sosok Rajen Indrajana Sofiandi sudah lama tak bekerja di perusahaannya.

"Menanggapi pemberitaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT yang diduga dilakukan oleh Sdr Rajen Indrajana Sofiandi, dengan ini kami tegaskan bahwa yang bersangkutan sudah tidak bekerja di OVO sejak 2019," tulis pernyataan sikap OVO melalui Insta Stories.

"OVO mengecam dan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja," tutup pernyataan tersebut.

(dis/fik)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER