Mahasiswi Ini Menyamar Jadi Sosialita Palsu demi Hidup Gratis

Khairunnisa Salsabila | Insertlive
Jumat, 10 Dec 2021 17:15 WIB
Zou Yaqi
Jakarta, Insertlive -

Seorang mahasiswa di Beijing rela mengambil risiko dengan menyamar sebagai sosialita palsu demi mengerjakan penelitian kuliahnya. Dengan menyamar sebagai sosialita, dia mampu hidup tanpa mengeluarkan biaya apa pun selama 3 minggu.

Zou Yaqi, mahasiswa seni dari Central Academy of Fine Arts of Beijing mengungkapkan kepada Sixth Tone bahwa aksinya berpura-pura menjadi sosialita itu adalah demi proyek seni pertunjukan yang bertujuan untuk mengkritik kapitalisme dan konsumerisme.

"Sangat menarik bagaimana 'hal-hal mewah' seperti itu diberikan kepada orang-orang yang tampaknya sudah mempunyai segalanya," tulis Zou di Weibo-nya, seperti dikutip mothership.


Dia bahkan melakukan riset terlebih dahulu sebelum melaksanakan penyamarannya. Perempuan berusia 23 tahun itu survei dan membuat daftar tempat apa saja yang dapat dia kunjungi untuk mendapatkan makanan, minuman, dan akomodasi secara gratis sebagai sosialita.

Zou juga mengamati cara berpakaian dan gaya hidup para sosialita. Setelah itu, dia melakukan hal yang paling berisiko, yaitu mengubah identitasnya menjadi salah satu anggota dari kelompok sosialita yang punya pengaruh di Tiongkok.

Ekperimennya dimulai pada 1 Maret lalu. Dia mengawalinya dengan mengunjungi ruang VIP bandara menggunakan tiket palsu. Untungnya penyamarannya itu tidak tercium oleh petugas bandara.

Dia menikmati fasilitas di sana selama tiga hari. Padahal, tiket tersebut hanya berlaku untuk tiga jam. Tapi, tidak ada yang mengusirnya selam tiga hari itu.

Identitas palsunya itu kemudian mampu membuat Zou memiliki akses untuk menghadiri pameran Louis Vuitton dan menikmati hotel bintang lima.

Setelah menjalankan eksperimennya selama tiga minggu, Zou mempresentasikan proyeknya itu melalui sebuah video yang dia rekam selama penyamaran. Video tersebut menjadi viral di Tiongkok dan menuai kontroversi dari berbagai pihak.

Namun, Zou tak ambil pusing, bahkan dia berniat untuk menciptakan seni yang terlibat secara sosial di masa depan.

"Karya seni pasti akan disalahpahami saat itu menyebar," ucapnya dikutip dari Sixth Tone.

"Orang akan mendengar apa yang ingin mereka dengar, dan mereka yang menafsirkan karya tersebut akan menjelaskan dengan cara yang ingin didengar oleh audiens mereka," pungkasnya.

(and/and)
Tonton juga video berikut:
KOMENTAR
ARTIKEL TERKAIT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER