Novia Widyasari Pernah Adukan Kasusnya ke Komnas Perempuan
Novia Widyasari Pernah Adukan Kasusnya ke Komnas Perempuan
Novia Widyasari mahasiswi Universitas Brawijaya yang tewas di dekat makam sang ayah ternyata pernah melaporkan kasus eksploitasi dan pemaksaan aborsi ke Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan.
Hal itu diungkapkan oleh Siti Aminah Tardi Komisioner Komnas Perempuan. Ia menyebut Novia melaporkan kejadian itu lewat internet pada Agustus lalu.
Novia melaporkan dirinya sebagai korban kekerasan secara berulang sejak berpacaran dengan RB alias Randy Bagus pada 2019.
"Sejak membangun relasi pacaran dengan pelaku ia terjebak dalam siklus kekerasan dalam pacaran. Kemudian ia menjadi korban eksploitasi seksual dan aborsi," kata Siti dalam konferensi pers virtual, Senin (6/12).
Novia juga melaporkan dirinya dipaksa untuk meminum obat-obatan, pil Keluarga Berencana atau KB. Randy juga memaksa Novia untuk berhubungan seksual untuk menggugurkan kandungannya.
"(Pelaku) melakukan pemaksaan hubungan seksual yang tidak wajar karena anggapan sperma akan dapat menggugurkan janin atau kandungan," paparnya.
Baca halaman selanjutnya.
Novia Alami Gangguan Psikosomatis
Pihak Komnas Perempuan juga menyebut Novia Widyasari sempat menyakiti diri sendiri dan mengalami gangguan psikosomatis.
"Korban sempat menyakiti diri dengan memukul batu di kepala dan dirawat. Korban berdasarkan konsultasi dan pengobatan ke psikiater, didiagnosa OCD gangguan psikosomatik dan lainnya," ucap Siti.
Namun baru dua kali menjalani konseling, Novia sudah tewas di depan makam sang ayah.
"Sudah melakukan konseling, itu dua sesi, di bulan November, ketika akan dilakukan sesi berikutnya korban sudah meninggal," tutur Siti seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.
(agn/agn)