Advertisement

Kiai Hafidin yang Doyan Poligami Ceraikan Istri Pertama karena Menopause

DIS | Insertlive
Ilustrasi Poligami
Foto: Insertlive
Jakarta -

Kiai Hafidin yang Doyan Poligami Ceraikan Istri Pertama karena Menopause

Coach Hafidin alias Kiai Hafidin dikenal sebagai mentor poligami berbayar.

Kiai Hafidin yang kini baru memiliki empat orang istri membeberkan bahwa ia sangat percaya diri praktik poligami yang akan semakin berkembang dan kuat.

Dalam tayangan di kanal YouTube Narasi Newsroom, pria paruh baya tersebut dengan santai menyebut bahwa poligami tidak harus kaya raya.

Hal itu dibuktikan ketika ia berkeliling mengajak melihat rumah-rumah para istrinya yang tinggal berdekatan.

"Begini kondisinya, rumah saya sederhana. Ini kan pembuktian kalau menikah poligami itu nggak perlu ya kalau harus kaya raya. Keadaan saya aja begini kan," kata Kiai Hafidin.

Ditanya soal jumlah istri yang pernah dinikahinya, dengan santai dan lugas ia menyebut pernah menikahi 6 orang wanita.

Namun, kini hanya tinggal 4 orang istri yang bersedia menemaninya.

"Saya pernah menikahi 6 perempuan, dua lepas," katanya.

"Yang kedua menopause, tiba-tiba menopause, tapi saya masih mau punya anak banyak. Yang satu lagi saya menolong janda tapi nyatanya takdirnya tak bisa diteruskan," katanya santai.

Sambil berkeliling menemui seluruh istri dan keluarganya, Kiai Hafidin menegaskan bahwa ia selalu menikah tanpa izin dari istri-istrinya.

"Iya memang. Diantar istri, gantian yang ngantar istri kedua ya gantian lah. Pas saya mau nikah, istri saya emang nggak tahu. Saya tahunya istri bisa dibawa pulang. Kayak yang keempat saya bilang pas dia mau walimah," bebernya.

"Ngapain izin? Emang istri saya kepala dinas? Nggak ada persetujuan, istri kan manut aja. Nggak ada yang tersakiti kan begitu. Nggak perlu di dramatisir," ujarnya seraya tertawa.

Baca halaman selanjutnya.


Berharap Anak Ikuti Jejak Poligami

Saat ditanya soal rasa cemburu satu istri dengan istri lainnya, sang kiai menyebut hal itu sangat manusiawi.

"Tidak ada cemburu. Cemburu itu bisa dikelola menjadi keindahan. Istri cemburu manusiawi, cemburu bisa indah kalau penataan rumah tangganya benar kalau tidak benar bisa jadi bencana," tuturnya.

Menjadi mentor poligami berbayar, ia berharap agar seluruh anaknya bakal mengikuti jejaknya dalam berpoligami sebagai bentuk perjuangannya.

Advertisement

Bahkan, walau ia memiliki anak perempuan berusia 20 tahun, ia juga berharap kalau anaknya mau di poligami.

"Nggak apa-apa bagus, saya amanatkan ke seluruh istri saya. Kalau mau ikut perjuangan ayah, maka jadikan anak-anak putri kalian menjadi istri kedua, ketiga atau keempat," bebernya.

"Itu urusan istri pertama (anaknya mau di poligami)," pungkasnya.



(dis/syf)

Komentar

!nsertlive

Advertisement